Kendari, Mediasekawan.com 20 Oktober 2026 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo (UHO), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Pemanfaatan Platform X (Twitter) dalam Edukasi Pencegahan Hoaks dan Perundungan Daring (Cyberbullying) pada Siswa SMPN 9 Kendari.” Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Google Meet pada Jumat, 16 Oktober 2026, pukul 15.00–16.00 WITA, dengan melibatkan 30 siswa kelas VII dan IX serta didampingi seorang guru.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital siswa agar mampu mengenali informasi palsu, bersikap kritis terhadap informasi yang diterima, serta memahami cara mencegah dan menghadapi perundungan di ruang digital. Pelaksanaan kegiatan secara daring menyesuaikan kebijakan pembelajaran jarak jauh di Kota Kendari akibat penurunan kualitas udara yang disebabkan oleh kebakaran hutan dan lahan.
Dalam kegiatan tersebut, materi edukasi disampaikan oleh dua mahasiswa dengan fokus pembahasan yang berbeda. Septia Tania Saputri sebagai pemateri pertama menyampaikan materi tentang pencegahan hoaks, sedangkan Sitti Kamaria sebagai pemateri kedua membawakan materi tentang pencegahan cyberbullying. Pembagian materi ini dilakukan agar siswa memperoleh pemahaman mengenai dua persoalan penting yang sering dijumpai dalam penggunaan media digital.
Pada sesi pertama, Septia Tania Saputri mengajak siswa mengenali pengertian dan ciri-ciri hoaks, memahami dampak penyebaran informasi palsu, serta mengetahui langkah-langkah memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa, salah satunya pesan WhatsApp yang menyatakan bahwa sekolah diliburkan tanpa adanya konfirmasi resmi dari pihak sekolah.
Melalui contoh tersebut, siswa diperkenalkan dengan lima langkah sederhana untuk mencegah penyebaran hoaks, yaitu Baca, Periksa, Bandingkan, Konfirmasi, dan Jangan Menyebarkan. Siswa diajak membiasakan diri membaca informasi secara utuh, memeriksa sumbernya, membandingkan dengan sumber lain yang tepercaya, mengonfirmasi informasi kepada pihak terkait, serta tidak meneruskan pesan yang belum terbukti kebenarannya.
Selanjutnya, Sitti Kamaria sebagai pemateri kedua membahas cyberbullying atau perundungan daring. Materi ini mencakup pengertian, bentuk-bentuk, dampak terhadap korban, serta perbedaan antara candaan yang dapat diterima dan tindakan yang menyakiti atau merendahkan orang lain di ruang digital. Pembahasan tersebut bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa agar lebih berhati-hati dalam berkomunikasi melalui media sosial dan menghargai perasaan orang lain.
Sitti Kamaria juga menjelaskan langkah-langkah yang dapat dilakukan siswa ketika mengalami atau menyaksikan cyberbullying. Langkah tersebut meliputi tidak membalas perundungan dengan tindakan serupa, menyimpan bukti berupa tangkapan layar, memblokir dan melaporkan akun pelaku, serta meminta bantuan kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya. Dengan demikian, siswa diharapkan memahami bahwa korban perundungan tidak harus menghadapi persoalan tersebut sendirian.
Platform X (Twitter) menjadi konteks pembelajaran untuk memperkenalkan penggunaan media sosial secara aman dan bertanggung jawab. Melalui edukasi ini, siswa diperkenalkan dengan fitur keamanan digital, khususnya pemblokiran dan pelaporan akun yang mengganggu. Materi juga menekankan pentingnya menjaga etika komunikasi, mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah sesuatu, serta tidak ikut menyebarkan informasi palsu maupun konten yang merendahkan orang lain.
Meskipun dilaksanakan secara daring, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung peningkatan literasi digital di lingkungan sekolah. Namun, efektivitas kegiatan terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap siswa belum dapat diukur secara pasti karena belum tersedia data evaluasi awal dan akhir (pre-test dan post-test) maupun rekapitulasi hasil kuis.
Tim pelaksana berharap kegiatan edukasi serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan melalui metode yang lebih interaktif dan didukung oleh pihak sekolah, guru, serta orang tua. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan semakin kritis dalam menerima informasi, tidak mudah menyebarkan hoaks, mampu mengenali dan menghadapi perundungan daring, serta menerapkan etika dalam berkomunikasi di media sosial.
Kegiatan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa Universitas Halu Oleo dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui penerapan ilmu komunikasi, mahasiswa berupaya memberikan edukasi yang relevan dengan tantangan penggunaan media digital di kalangan pelajar.
Tentang Kegiatan
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo, dengan sasaran 30 siswa SMPN 9 Kendari. Kegiatan berfokus pada edukasi pencegahan hoaks yang disampaikan oleh Septia Tania Saputri sebagai pemateri pertama dan edukasi pencegahan cyberbullying yang disampaikan oleh Sitti Kamaria sebagai pemateri kedua. Melalui pemanfaatan platform X (Twitter) sebagai konteks edukasi, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang literasi digital, keamanan bermedia sosial, dan etika komunikasi di ruang digital.
Redaksi : Mediasekawan














