Beranda / Daerah / Pedagang Wakuru Jualan di Jalan Raya, Protes Pemda Muna yang Dinilai Abai Pasca-Kebakaran Pasar

Pedagang Wakuru Jualan di Jalan Raya, Protes Pemda Muna yang Dinilai Abai Pasca-Kebakaran Pasar

MEDIASEKAWAN.COM. – Aliansi Masyarakat dan Pedagang Wakuru menggelar aksi protes terbuka terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, Rabu (14/1/2026). Aksi tersebut dilakukan dengan cara berjualan langsung di badan Jalan Poros Raha–Wamengkoli, sebagai simbol kekecewaan atas lambannya respons pemerintah pasca-kebakaran Pasar Wakuru.

Langkah ekstrem itu dipilih pedagang setelah berbulan-bulan menunggu kejelasan solusi dari Pemda Muna, mulai dari ganti rugi hingga penyediaan tempat usaha sementara. Hingga kini, para pedagang mengaku masih dibiarkan berjuang sendiri di tengah kehilangan sumber penghidupan.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam tuntutan utama kepada Pemda Muna, yakni: pemberian ganti rugi kebakaran pasar, penyediaan lahan darurat sementara bagi pedagang terdampak, kepastian revitalisasi Pasar Wakuru menjadi pasar modern, pembenahan total sistem manajemen dan pengelolaan pasar, pengusutan penyebab kebakaran oleh aparat kepolisian, serta penyelesaian konflik lahan pasar yang selama ini berlarut.

Koordinator Lapangan aksi, Rahman, menegaskan bahwa tuntutan kompensasi bukan tanpa dasar. Selama bertahun-tahun, para pedagang rutin membayar retribusi kepada pemerintah daerah, sehingga Pemda memiliki tanggung jawab penuh untuk hadir dan memberikan solusi nyata.

“Pedagang tidak pernah lalai membayar retribusi. Karena itu kami menuntut tanggung jawab Pemda Muna, termasuk penyediaan pasar darurat. Apalagi Ramadan sudah di depan mata,” ujar Rahman kepada awak media, Kamis (15/1/2026).

Rahman juga mendesak Pemda Muna memastikan realisasi rencana revitalisasi Pasar Wakuru yang sebelumnya sempat ditinjau langsung oleh Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri. Menurutnya, kunjungan pejabat pusat tidak boleh berhenti sebagai seremoni tanpa tindak lanjut konkret.

Selain pembangunan fisik, massa aksi menuntut pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola pasar, terutama sistem keamanan. Mereka menilai lemahnya manajemen menjadi salah satu faktor yang membuat kebakaran pasar terus berulang di berbagai daerah.

“Kami meminta Pemda Muna melakukan pembenahan total pengelolaan pasar, termasuk sistem keamanannya. Jangan sampai kebakaran pasar terus menjadi siklus tanpa solusi,” tegas Rahman.

Tak hanya kepada pemerintah daerah, massa aksi juga menaruh harapan besar kepada aparat penegak hukum. Mereka mendesak Polres Muna segera menuntaskan penyelidikan dan memastikan penyebab kebakaran Pasar Wakuru.

“Kami butuh kepastian hukum. Apakah kebakaran ini murni musibah atau ada unsur kesengajaan. Hasil penyelidikan itu penting sebagai dasar penentuan tanggung jawab dan ganti rugi,” pungkasnya.**

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *