Beranda / Sosial / Pemilik Toko Cempaka Minta Maaf dan Pecat Karyawan Usai Viral Dugaan Ucapan Tak Pantas ke Konsumen

Pemilik Toko Cempaka Minta Maaf dan Pecat Karyawan Usai Viral Dugaan Ucapan Tak Pantas ke Konsumen

Kendari, Mediasekawan.com 23 September 2026 – Pemilik Toko Cempaka yang berlokasi di kawasan Pasar Panjang, sekitar Bundaran Ban, H. Muhammad Asriadi, akhirnya angkat bicara terkait pemberitaan yang sempat viral di media sosial mengenai dugaan ucapan tidak pantas seorang karyawan terhadap konsumen. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung kepada media pada Rabu (23/9/2026).

Dalam keterangannya, H. Muhammad Asriadi menyatakan penyesalan mendalam atas sikap karyawannya yang dinilai melampaui batas etika pelayanan.

“Saya selaku pemilik sangat menyayangkan tindakan karyawan saya yang bertindak dengan cara yang tidak sepantasnya. Kejadian ini menjadi evaluasi serius bagi kami,” ujar H. Muhammad Asriadi.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pria yang akrab disapa H. Asri itu menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas dengan memberhentikan karyawan yang bersangkutan.

“Langkah lanjutan sudah saya lakukan, yaitu memecat karyawan tersebut. Ini agar tidak ada lagi hal-hal yang tidak diinginkan terulang di kemudian hari,” tegasnya.

Ia juga mengakui bahwa sebagai pemilik usaha, dirinya memiliki kewajiban untuk membina dan mengarahkan karyawan agar senantiasa menjaga etika, sikap, serta tutur kata dalam melayani konsumen.

“Kami sebagai pemilik seharusnya membimbing karyawan dengan benar. Namun, saya tidak tahu apa yang membuat mereka berbuat seperti itu,” katanya.

Alasan Tidak Hadir Saat Kejadian

Menanggapi sorotan publik terkait ketidakhadirannya saat konsumen dan suaminya meminta pertemuan langsung, H. Muhammad Asriadi memberikan penjelasan.

“Saat kejadian, saya sedang melaksanakan salat dan kedatangan keluarga. Jadi saya terlambat datang ke lokasi, dan bapak tersebut sudah pulang,” jelasnya.

Meski demikian, ia memastikan persoalan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi dengan pihak korban.

“Tadi saya sudah mediasi dengan korban. Kami sudah sepakat untuk menarik dan meluruskan persoalan ini agar tidak ada lagi kesalahpahaman di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Berharap Tidak Terulang

H. Muhammad Asriadi berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di lingkungan Toko Cempaka. Ia meminta seluruh karyawan untuk menjaga etika dengan sepenuh hati.

“Harapan saya, karyawan bisa menjaga etika dengan baik dan sepenuh hati,” pungkasnya.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, pemberitaan mengenai dugaan ucapan seorang karyawan Toko Cempaka terhadap konsumen berinisial MI menjadi perhatian publik. MI mengaku mendengar dirinya disebut dengan istilah “ekskavator” oleh salah seorang karyawan saat berada di dalam toko.

Merasa keberatan, MI kemudian meminta penjelasan kepada karyawan yang bersangkutan dan menyampaikan persoalan tersebut kepada pemilik toko.

Dengan adanya klarifikasi ini, pihak Toko Cempaka menyatakan telah mengambil langkah internal terhadap karyawan yang bersangkutan serta melakukan mediasi dengan pihak konsumen guna menyelesaikan persoalan tersebut secara tuntas.

Redaksi : Mediasekawan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *