Muna, Mediasekawan.com 4 Juli 2026 – Pemuda Kabupaten Muna, Laode Muh Ichandra Kirana Prasetyo, menyampaikan kritik terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Muna yang menetapkan tarif masuk sebesar Rp25.000 bagi masyarakat yang ingin menyaksikan ajang balap motor dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Muna.
Menurut Ichandra, kebijakan tersebut patut dievaluasi karena berpotensi mengurangi makna peringatan hari jadi daerah sebagai perayaan yang semestinya dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Hari Ulang Tahun Kabupaten Muna bukan sekadar agenda seremonial pemerintah, melainkan hari kebahagiaan seluruh masyarakat Muna. Sangat disayangkan jika masyarakat harus membayar untuk menikmati kemeriahan perayaan daerahnya sendiri. Bagi sebagian orang mungkin Rp25.000 terlihat kecil, tetapi bagi banyak keluarga, itu adalah uang makan sehari atau ongkos yang sangat berarti.”
Ia menilai bahwa ajang balap motor yang digelar dengan membawa nama HUT Kabupaten Muna seharusnya menjadi ruang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, bukan menghadirkan batas yang membuat sebagian warga memilih pulang karena tidak mampu membeli tiket.
“Yang paling menyedihkan bukanlah angka Rp25.000 itu sendiri, tetapi ketika ada anak-anak yang hanya bisa mendengar deru mesin dari luar pagar, ketika pemuda yang ingin ikut merasakan kemeriahan harus mengurungkan niat karena keterbatasan ekonomi, dan ketika masyarakat merasa bahwa pesta ulang tahun daerahnya sendiri tidak sepenuhnya menjadi milik mereka.”
Ichandra menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari megahnya panggung atau ramainya penonton, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan rasa memiliki bagi masyarakat.
“Perayaan yang seharusnya menyatukan justru berpotensi menciptakan jarak antara pemerintah dan masyarakat. Hari jadi daerah adalah momentum untuk menunjukkan bahwa pemerintah hadir bersama rakyat, bukan hanya mengundang rakyat yang mampu membeli tiket.”
Melalui pernyataan ini, Ichandra berharap Pemerintah Kabupaten Muna melakukan evaluasi terhadap kebijakan tarif masuk pada kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan HUT daerah. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk ikut merasakan kebahagiaan dalam momentum yang menjadi milik bersama.
“Masyarakat tidak meminta kemewahan. Mereka hanya ingin merasakan bahwa di hari ulang tahun Kabupaten Muna, mereka benar-benar menjadi bagian dari perayaan itu. Sebab sebuah daerah akan dikenang bukan karena mahalnya tiket sebuah hiburan, melainkan karena pemerintahnya mampu membuat setiap rakyat merasa dihargai dan dilibatkan.”
Redaksi : Mediasekawan













