Beranda / Sosial / PT WIN Di Tuding Rusak Lingkungan Dan Ancam Pemukiman, BEM UHO minta Aktivitas Tambang Dihentikan

PT WIN Di Tuding Rusak Lingkungan Dan Ancam Pemukiman, BEM UHO minta Aktivitas Tambang Dihentikan

KONAWE SELATAN MEDIASEKAWAN.COM – 12 Mei 2026– Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Halu Oleo (BEM UHO) mendesak Pemerintah Daerah Konawe Selatan dan DPRD Konawe Selatan untuk segera mengambil langkah tegas terhadap aktivitas pertambangan PT Wijaya Inti Nusantara (WIN) yang diduga melakukan aktivitas pertambangan ilegal setelah penolakan RKAB perusahaan tersebut.

BEM UHO menilai aktivitas pertambangan yang dilakukan PT WIN telah menimbulkan keresahan masyarakat serta diduga memberikan dampak serius terhadap lingkungan di wilayah Torobulu dan sekitarnya.

Menteri Kebijakan Publik dan Isu Strategis BEM UHO, Ildam, menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama DPRD tidak boleh tinggal diam terhadap persoalan yang saat ini menjadi sorotan publik tersebut.

“Dampak lingkungan yang dilakukan oleh PT WIN sangat ugal-ugalan. Oleh karena itu, Wijaya Inti Nusantara harus ditutup sementara Waktu sampai adanya pengajuan RKAB kembali. Seluruh lokasi tambang harus dikosongkan dan tidak boleh ada aktivitas apa pun,” tegasnya.

BEM UHO juga meminta aparat penegak hukum serta instansi terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan aktivitas pertambangan ilegal yang masih berlangsung di lapangan meskipun RKAB perusahaan disebut telah ditolak.

Selain itu, BEM UHO menyatakan akan terus mengawal aspirasi masyarakat Torobulu yang selama ini menyuarakan penolakan terhadap aktivitas tambang tersebut. Menurut mereka, warga yang bersuara kritis mengaku kerap mengalami intimidasi dan ancaman.

BEM UHO juga meminta Pemerintah Daerah Konawe Selatan dan DPRD segera merealisasikan tuntutan aksi yang disampaikan pada 12 Mei 2026, khususnya terkait keselamatan masyarakat Torobulu yang terdampak langsung oleh aktivitas pertambangan.

“Kami meminta Pemda dan DPRD segera merealisasikan tuntutan aksi kami pada 12 Mei. Terutama menyangkut rumah orang tua kami dan masyarakat Torobulu yang sebentar lagi terancam ambruk akibat aktivitas PT WIN. Maka dengan ini kami mendesak Pemda dan DPRD untuk menjamin keselamatan serta keamanan rumah masyarakat,” ujar Ildam.

Ia juga menegaskan, apabila tuntutan yang disampaikan tidak diindahkan oleh pemerintah daerah maupun DPRD Konawe Selatan, maka BEM UHO bersama masyarakat akan melakukan konsolidasi besar-besaran untuk menggelar gelombang aksi dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Jika tuntutan kami terus diabaikan, maka gelombang massa yang lebih besar akan kami lakukan melalui konsolidasi besar-besaran bersama masyarakat Dan Mahasiswa,” tutupnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *