Beranda / Daerah / Rektorat UHO Buka Suara Soal Data ‘Siluman’ di PDDikti: Diduga Akibat Peretasan atau Akses Admin Ilegal

Rektorat UHO Buka Suara Soal Data ‘Siluman’ di PDDikti: Diduga Akibat Peretasan atau Akses Admin Ilegal

Kendari — Rektorat Universitas Halu Oleo (UHO) akhirnya angkat bicara mengenai munculnya fenomena data “siluman” di sistem Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) yang memicu keresahan para alumni. Kasus ini mencuat setelah identitas seorang alumni, Ayu Amanda Putri, mendadak berubah menjadi Basri pada laman resmi PDDikti.

Wakil Rektor II UHO, Prof. Ida Usman, menegaskan bahwa kampus tidak memiliki kewenangan untuk mengubah data secara langsung di sistem pusat. Menurutnya, tugas UHO melalui PUSTIK hanya sebatas pengiriman dan sinkronisasi data, sementara otoritas perubahan berada di ranah nasional.

“Data di internal UHO aman dan konsisten. Jika terjadi perubahan di PDDikti, sangat mungkin dipicu oleh peretasan sistem atau intervensi pihak tidak berwenang melalui akses admin ilegal,” ujar Prof. Ida.

Ia menyebut, pihak kampus mengalami keterbatasan untuk menelusuri jejak digital pelaku pengubah data, sebab seluruh pengelolaan server dan otoritas administrasi berada di bawah kendali pemerintah pusat.

Insiden ini disebut sebagai peringatan keras terhadap keamanan siber basis data pendidikan nasional. Perubahan identitas di sistem negara dinilai berpotensi mengganggu keabsahan ijazah, rekam akademik, dan kredibilitas institusi pendidikan tinggi.

UHO mendorong kementerian terkait untuk melakukan audit menyeluruh, penguncian akses admin, serta penguatan sistem keamanan PDDikti guna mencegah kasus serupa terulang.

“Ini bukan sekadar anomali teknis, tetapi menyangkut keamanan identitas akademik warga negara. Sistem nasional harus benar-benar steril dari celah manipulasi,” tegasnya.

Kasus ini kini tengah menunggu tindak lanjut investigatif dari otoritas pusat, sekaligus menjadi momentum evaluasi tata kelola data pendidikan tinggi di Indonesia.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *