KENDARI — MEDIASEKAWAN.COM.|| Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Kendari melaporkan bahwa sebanyak 1.393 warga sekolah telah menerima manfaat dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini berjalan secara bertahap di lingkungan pendidikan tersebut.
Program MBG menjangkau peserta didik serta tenaga pendidik sebagai bagian dari kebijakan pemenuhan kebutuhan gizi di satuan pendidikan. Pihak sekolah menyambut baik implementasi program tersebut karena dinilai memberikan dukungan langsung terhadap aktivitas belajar mengajar.
Kepala SMKN 2 Kendari, Ahmad Mustapa, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini memberikan dampak positif, terutama dalam membantu menjaga kondisi kesehatan siswa selama mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, asupan makanan bergizi yang diberikan secara rutin dapat menunjang konsentrasi, stamina, serta daya tahan tubuh peserta didik, khususnya bagi siswa yang menjalani aktivitas praktik di jurusan kejuruan yang membutuhkan energi lebih.
Ia menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang lebih peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan seluruh warga sekolah.
Selain berdampak pada aspek kesehatan, program ini juga dinilai membantu meringankan beban sebagian orang tua dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian anak selama berada di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan MBG di SMKN 2 Kendari dilakukan dengan mekanisme pengawasan internal guna memastikan distribusi berjalan tertib, merata, dan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Sekolah turut berkoordinasi dengan pihak penyedia dan instansi terkait untuk memastikan kualitas serta standar gizi makanan yang disajikan tetap terjaga.
Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan, dengan menempatkan kesehatan siswa sebagai salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan belajar.
Pihak sekolah juga melakukan evaluasi berkala untuk melihat efektivitas pelaksanaan program dan menampung masukan dari warga sekolah terkait penyelenggaraannya.
Dukungan dari guru, tenaga kependidikan, serta orang tua siswa menjadi faktor pendukung dalam kelancaran program tersebut di lapangan.
Dengan pelaksanaan yang konsisten dan pengawasan yang berkelanjutan, Ahmad Mustapa berharap program Makan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, produktif, dan berdaya saing. (MM)










