Beranda / Uncategorized / Sikap IPMAPAL: Tolak Kebijakan Perekrutan Tidak Adil, Masyarakat Lingkar Tambang Bukan Penonton di Tanah Sendiri

Sikap IPMAPAL: Tolak Kebijakan Perekrutan Tidak Adil, Masyarakat Lingkar Tambang Bukan Penonton di Tanah Sendiri

Kendari – Ikatan Pemuda Mahasiswa Palangga (IPMAPAL) bersama masyarakat yang bermukim di wilayah lingkar tambang menyatakan kekecewaan mendalam dan penolakan keras terhadap kebijakan perekrutan tenaga kerja yang diterapkan oleh pihak perusahaan. Proses rekrutmen yang berlangsung dinilai tidak transparan, tertutup, dan sama sekali tidak mencerminkan rasa keadilan bagi warga lokal.

Ketua IPMAPAL, dalam rilis pers yang diterima awak media, menegaskan bahwa ironi terbesar terjadi ketika masyarakat yang setiap hari menanggung beban dampak aktivitas pertambangan—mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan, hingga keresahan sosial-ekonomi—justru dipinggirkan dan tidak menjadi prioritas dalam mendapatkan kesempatan kerja.

“Kami mempertanyakan komitmen tanggung jawab sosial perusahaan. Bagaimana mungkin kami yang setiap hari menghirup debu, melihat lahan rusak, dan mata pencaharian terganggu, justru diabaikan saat ada lowongan pekerjaan?” ujar perwakilan IPMAPAL, Senin (12/04).

Lebih jauh, organisasi ini menilai praktik tersebut telah mencederai rasa keadilan dan berpotensi memicu ketimpangan sosial yang dapat memicu konflik di kemudian hari. Kepercayaan publik dinilai akan semakin runtuh jika perusahaan terus menutup mata terhadap aspirasi dan hak dasar masyarakat setempat.

Tuntutan Tegas IPMAPAL

Merespon kondisi tersebut, IPMAPAL dan masyarakat lingkar tambang mengajukan lima tuntutan utama agar segera ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan dan pihak terkait:

1. Mewujudkan transparansi penuh dalam setiap proses perekrutan tenaga kerja.
2. Memberikan prioritas mutlak bagi masyarakat lingkar tambang dalam setiap kesempatan kerja yang tersedia.
3. Menunjukkan komitmen nyata dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR).
4. Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan rekrutmen yang selama ini tidak berpihak pada warga lokal.
5. Mengakui posisi masyarakat sebagai pihak yang paling terdampak, bukan sekadar penonton di tanah sendiri.

“Keadilan adalah harga mati. Jika tuntutan ini tidak diindahkan dan perusahaan tetap bersikap arogan, kami tegaskan tidak akan tinggal diam. Kami siap mengambil langkah-langkah lanjutan sebagai bentuk perjuangan mempertahankan hak-hak kami,” tegasnya.

Aksi ini merupakan bentuk solidaritas untuk menuntut keberpihakan yang nyata bagi masyarakat yang selama ini telah berkorban demi operasional perusahaan.

Hidup Masyarakat Lingkar Tambang!
Keadilan Adalah Harga Mati!

Dikeluarkan oleh:
Ikatan Pemuda Mahasiswa Palangga (IPMAPAL)
Kendari, 12 April 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *