Beranda / Ekonomi / Sultra Cetak Sejarah Ekspor Ubur-Ubur Langsung ke China Senilai Rp1,6 Miliar

Sultra Cetak Sejarah Ekspor Ubur-Ubur Langsung ke China Senilai Rp1,6 Miliar

KENDARI—MEDIASEKAWAN.COM.|| Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi melepas ekspor ubur-ubur ke Tiongkok dengan nilai mencapai Rp1,6 miliar. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam penguatan ekspor komoditas perikanan Sultra ke pasar internasional.
Pelepasan ekspor tersebut dilakukan langsung dari Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, dan dipimpin oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua. Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, instansi terkait, serta pelaku usaha perikanan.

Komoditas ubur-ubur yang diekspor berasal dari wilayah Kepulauan Buton. Produk ini dikenal memiliki kualitas tinggi dan permintaan yang cukup besar di pasar China, khususnya untuk kebutuhan industri pangan.

Pengiriman dilakukan menggunakan empat kontainer dengan total muatan sekitar 80 ton. Ekspor ini sekaligus mencatat sejarah sebagai pengiriman komoditas non-tambang pertama yang dilakukan langsung dari Baubau menuju China.

Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menyampaikan bahwa ekspor ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendorong hilirisasi dan membuka akses pasar global bagi produk unggulan daerah.

Menurutnya, potensi perikanan Sultra sangat besar dan belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, ekspor ubur-ubur diharapkan menjadi pintu masuk bagi komoditas perikanan lainnya untuk menembus pasar internasional.

Hugua juga menegaskan bahwa pencatatan ekspor secara langsung dari daerah akan berdampak positif terhadap peningkatan nilai ekspor Sultra serta berpengaruh pada perhitungan dana transfer dan indikator pertumbuhan ekonomi daerah.

Selama ini, sejumlah komoditas asal Sultra tercatat sebagai ekspor daerah lain karena pengiriman dilakukan melalui pelabuhan di luar provinsi. Dengan ekspor langsung dari Baubau, nilai ekonomi tersebut kini dapat tercatat atas nama Sultra.

Pihak Bea Cukai menyambut baik langkah ini dan mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam mempercepat proses ekspor. Dukungan regulasi dan fasilitas terus diupayakan untuk mendorong ekspor langsung dari wilayah Sultra.

Direktur PT Triko Bina Nusantara selaku perusahaan eksportir menyebutkan bahwa setiap kontainer berisi sekitar 15 ton ubur-ubur dengan nilai ratusan juta rupiah. Meski masih menghadapi tantangan logistik, pihaknya optimistis ekspor akan terus berlanjut.

Waktu tempuh pengiriman dari Baubau ke pelabuhan tujuan di China diperkirakan memakan waktu sekitar 20 hari. Ke depan, jalur distribusi diharapkan semakin efisien seiring meningkatnya volume ekspor.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara optimistis bahwa ekspor komoditas non-tambang seperti ubur-ubur dapat memperkuat perekonomian daerah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing Sultra di tingkat global.(AO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *