Beranda / Pendidikan / Paslon No 1 BEM FKIP Bawa Gagasan Perubahan Progresif, Unggul dan Berdaya Saing

Paslon No 1 BEM FKIP Bawa Gagasan Perubahan Progresif, Unggul dan Berdaya Saing



‎Kendari – Momentum pesta demokrasi mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO sesuatu yang tidak bisa kita pandang enteng, dan partisipasi kita amat sangat di butuhkan sebagai wujud rasa kepedulian kita terhadap Kelembagaan tercinta.

‎Transformasi regenerasi kepemimpinan menjadi suatu keharusan dalam setiap periode menjadi pemimpin. Upaya itu semata mata hanya untuk menjadikan instrumen sebagai kawah candradimuka menciptakan dan membentuk calon pemimpin di masa depan, menjadi labolatorium ilmu dan pengetahuan dengan segala prosesnya, menjadi ruang pengabdian yang menjadikan kita semakin bermanfaat untuk masyarakat.

‎Tentu hal yang paling penting adalah bagaimana membangun Sumber Daya Manusia yang semakin maju, bermanfaat, sinergi dan berdaya saing yang sesuai dengan Tridharma Perguruan Tinggi. Kepeloporan pemimpin Kelembagaan untuk memberikan terobosan guna menjawab masalah pendidikan yang semakin kompleks dan tantangan di era globalisasi dan modernisasi serta menjadi lokomotif dalam menciptakan gagasan yang progresif dan berdaya saing.

‎Gagasan tersebut di gawangi oleh salah satu calon Ketua BEM & Wakil Ketua BEM FKIP UHO. Mereka hadir dengan nomor urut 1 Abil sebagai Calon ketua dan Wulan sebagai calon wakil ketua.

‎Mereka hadir bukan tanpa alasan tetapi membawa semangat perubahan yang nyata dan terarah.

‎”Kami percaya bahwa mahasiswa FKIP adalah agen utama dalam membangun peradaban pendidikan, kelembagaan yang unggul, kritis, serta berdaya saing di era transformasi digital” Ujar Abil sebagai Calon Ketua BEM FKIP UHO.

‎Dengan Visi “Menjadikan BEM FKIP UHO sebagai lembaga yang berpartisipasi secara aktif dalam pergerakan dan berfungsi sebagai titik temu pusat antar Mahasiswa dan Organisasi Mahasiswa FKIP UHO yang lebih progresif, edukatif, responsif, kolaboratif, dalam mewujudkan FKIP UHO yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing”.

‎Ia juga menegaskan, siap dan bertekad menjadi jembatan aspirasi, pelopor inovasi, dan garda terdepan dalam menciptakan perubahan menuju FKIP UHO yang semakin maju. Bersama Paslon No. Urut 1 ABIL & WULAN, langkah kecil kita hari ini akan menjadi lompatan besar bagi mahasiswa FKIP UHO di masa depan.

‎Tak hanya itu, ia juga mengajak dan menghimbau seluruh mahasiswa khususnya Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) untuk menyalurkan hak pilihnya dalam menentukan pemimpin Kelembagaan yang mumpuni dan berkualitas.

‎”Kita harus bisa menciptakan iklim demokrasi yang baik dan sejuk dalam kampus, persoalan siapa yang terpilih kita serahkan pada hak pilih mahasiswa yang mempunyai otoritas sebagai pemilik kedaulatan. Tentu kami tetap optimis mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadi bagian dan instrumen Konsolidasi untuk mendukung kita,” Tegas Wulan.

‎Sebab pesta demokrasi mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) adalah event yang sangat bergengsi dan momentum tertinggi dalam kampus.. Mengukur kualitas demokrasi bukan hanya seberapa besar mahasiswa menyalurkan hak suaranya untuk memilih tetapi seberapa besar partisipasi dan kontribusi kita dalam memberikan pikiran-pikiran yang baik, gagasan, dan ide untuk kemajuan kelembagaan ke depan, serta format lokomotif gerakan yang terus berkesinambungan.

‎Moment ini adalah sebagai roll model bagaimana praktek kita berdemokrasi dan berpolitik. Mengukur kualitas demokrasi dilihat seberapa besar partisipasi dan keikutsertaan dalam mengawal pemilu raya kampus serta mencegah berbagai potensi kecurangan.

‎”Kita semua mempunyai iktikad baik dan harapan panjang melebihi tarikan nafas tentang tata kelola lembaga mahasiswa yang baik, akuntabilitas dan transparan. Semua itu demi terciptanya pimpinan lembaga yang handal di kemudian hari,” Tegas Wulan.

‎Terakhir ia menyampaikan pemira yang akan di laksanakan pada tanggal 19 Desember ini juga melatih budaya demokrasi dan cara berpolitik yang untuk menunjukan pengaruh serta kondisi politik lokal dan nasional dalam kran demokrasi sekarang saat ini.

‎Penulis : Rasmin Jaya

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *