MOROWALI – Menjelang akhir tahun 2025, Paguyuban Kerukunan Keluarga Wuna Barakati (KKWB) Kabupaten Morowali menorehkan jejak pengabdian yang konsisten dan bermakna. Di bawah kepemimpinan Aras, KKWB tampil bukan sekadar sebagai organisasi kedaerahan, tetapi sebagai rumah kebersamaan bagi warga perantauan asal Muna dan Muna Barat di Bumi Tepe Asa Moroso.
Hadir di Saat Anggota Membutuhkan
Sepanjang 2025, KKWB Morowali aktif bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. Bantuan bagi anggota yang tertimpa musibah, pendampingan administratif, hingga fasilitasi akses layanan kesehatan menjadi agenda nyata yang dijalankan secara berkelanjutan.
“KKWB harus menjadi keluarga kedua bagi warga Wuna di perantauan. Hadir bukan hanya saat senang, tetapi juga di saat sulit,” tegas Aras dalam evaluasi akhir tahun.
Merawat Budaya Wuna di Tanah Rantau
Tak hanya fokus pada aspek sosial, KKWB juga menempatkan pelestarian budaya sebagai fondasi organisasi. Silaturahmi akbar yang digelar pertengahan 2025 menampilkan seni dan tradisi khas Wuna, serta dihadiri tokoh-tokoh dari Muna dan Muna Barat, termasuk Raja Muna.
Kegiatan ini menjadi ruang temu lintas generasi sekaligus ikhtiar menjaga identitas budaya Wuna agar tetap hidup di tengah arus modernisasi dan kehidupan perantauan.
Olahraga dan Kolaborasi Lintas Etnis
Sepanjang tahun berjalan, KKWB Morowali aktif menginisiasi dan mengikuti berbagai turnamen olahraga, seperti sepak bola dan bulu tangkis. Olahraga dijadikan medium memperkuat solidaritas internal sekaligus membangun hubungan harmonis dengan paguyuban etnis lain di Morowali.
Di bawah komando Aras, KKWB juga tampil sebagai pelopor kolaborasi lintas etnis melalui pertemuan rutin dan kegiatan sosial bersama, demi menjaga persatuan dalam keberagaman.
“Kita hidup di tanah rantau. Menjaga hubungan baik dengan paguyuban lain adalah keharusan. Olahraga dan silaturahmi lintas budaya menjadi jembatan persaudaraan,” ujar Aras.
Dzikir dan Doa Tolak Bala, Penutup Tahun Penuh Makna
Menutup rangkaian kegiatan 2025, KKWB Morowali menggelar Dzikir Bersama dan Doa Tolak Bala yang dihadiri ratusan warga Wuna di Morowali. Kegiatan spiritual ini menjadi wujud syukur sekaligus doa agar seluruh warga diberikan keselamatan dan keberkahan dalam menjalani kehidupan di perantauan.
“Tahun ini kita lalui dengan semangat gotong royong. Doa ini adalah ikhtiar batin setelah setahun bekerja keras demi keluarga dan persatuan,” tutur Aras dengan khidmat.
Menatap 2026 dengan Semangat Kebersamaan
Memasuki 2026, KKWB Morowali berkomitmen meningkatkan kualitas program kerja, memperkuat persatuan internal, serta mendorong kemandirian ekonomi organisasi. KKWB juga menegaskan kesiapan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas sosial dan keamanan di Kabupaten Morowali.
Menutup kalender kegiatan 2025, Aras menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota yang tetap solid menjaga nilai kekeluargaan.
“Kekuatan kita ada pada persatuan. Harapannya, KKWB Morowali semakin mandiri dan terus memberi manfaat bagi warga Wuna di tanah rantau,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya 2025, KKWB Morowali kini mematangkan langkah strategis menyongsong 2026 dengan semangat baru dan komitmen kebersamaan yang lebih kuat./AD










