Beranda / Daerah / Puluhan Kios di Pasar Anduonohu Habis Terbakar

Puluhan Kios di Pasar Anduonohu Habis Terbakar

Kendari – Kebakaran hebat melanda deretan bangunan di Jalan Bunggasi, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Rabu (14/1/2026)
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 05.00 WITA tersebut menghanguskan sedikitnya 15 unit kios dan dua ruko milik warga.

Material bangunan yang sebagian besar terbuat dari papan menyebabkan api dengan cepat merembet ke bangunan di sekitarnya.
Ketua RT setempat, Unrungi, menyebutkan bahwa dirinya segera menuju lokasi setelah mendengar teriakan warga yang melintas.

“Orang lagi jalan-jalan pagi, ke rumah dia teriak ada kebakaran, karena saya kurang lebih 100 meter dari Lokasi. Begitu keluar rumah, saya langsung ke lokasi untuk fokus mencegah api makin merembet,” ujar Unrungi.

Berdasarkan keterangan saksi, titik awal api diduga berasal dari bagian tengah deretan kios penjual sandal dan kelapa.
Api kemudian membesar secara cepat ke arah timur dan barat hingga menghanguskan seluruh bangunan di blok tersebut.

Deretan tempat usaha yang terbakar sehari-hari digunakan sebagai rumah makan, toko sembako, hingga jasa servis jok motor.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena para penghuni segera menyelamatkan diri saat api mulai berkobar.

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari, Amir Yusuf, mengatakan pihaknya mendapat laporan dari posko Poasia dan langsung bergerak cepat.

“Tadi laporannya dari poskotik Poasia, kemudian ditindaklanjuti teman-teman mako dan seluruh poskotik yang ada. Kejadiannya sekitar pukul 5.00 kami dapat informasi,” katanya.
Untuk memadamkan api, petugas menurunkan tujuh unit mobil pemadam kebakaran, ditambah dukungan dua water cannon dari kepolisian.
Petugas sempat mengalami kendala akibat banyaknya warga yang berkerumun di sekitar lokasi dan memadati akses jalan utama.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat.
Nilai kerugian material yang dialami oleh para pedagang juga masih dalam tahap pendataan (redaksi)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *