KENDARI — MEDIASEKAWAN.COM.|| Tim pengabdian dari tiga perguruan tinggi Muhammadiyah melaksanakan program Pendampingan Komunitas Belajar Bahasa Arab dan Hadis di Kelurahan Watu-Watu, Kota Kendari, pada Agustus hingga awal September 2025.
Program ini bertujuan meningkatkan literasi keagamaan masyarakat, khususnya dalam pemahaman dasar bahasa Arab dan hadis, serta memperkuat model pembelajaran keagamaan yang inklusif dan partisipatif di tingkat komunitas.
Kegiatan pendampingan dipimpin oleh Dr. Leliy Kholida, S.Pd.I., M.Ag., dengan melibatkan dosen dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Kendari, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, dan Universitas Muhammadiyah Buton.
Komunitas belajar yang menjadi mitra kegiatan terdiri atas berbagai unsur masyarakat, mulai dari ibu rumah tangga, pelajar, hingga kepala keluarga yang berdomisili di wilayah Kelurahan Watu-Watu.

Latar belakang pelaksanaan program ini adalah menurunnya minat belajar masyarakat akibat keterbatasan waktu, kesulitan memahami materi keagamaan, serta minimnya metode pembelajaran yang aplikatif dan variatif.
Selain itu, masih berkembang anggapan bahwa pembelajaran bahasa Arab hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu, sehingga partisipasi masyarakat dalam kegiatan literasi keagamaan belum optimal.

Untuk menjawab persoalan tersebut, tim pengabdian menerapkan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan.
Pendampingan ini dijalankan melalui tiga program utama.
Program pertama berupa kelas intensif bahasa Arab yang difokuskan pada penguatan kemampuan dasar membaca dan memahami kosakata. Program kedua adalah pembelajaran berbasis proyek dengan fokus kajian Surah Yasin, Surah Al-Kahfi, dan hadis.
Peserta dibagi ke dalam kelompok untuk mengkaji makna ayat, menyusun ringkasan tafsir, serta menyajikan hasil kajian secara sederhana. Program ketiga berupa mentoring lintas generasi yang mempertemukan peserta dari kelompok usia berbeda dalam satu ruang belajar untuk saling berbagi pengalaman dan pengetahuan.
Selain kegiatan pembelajaran, peserta juga melaksanakan aksi sosial berupa kerja bakti membersihkan drainase lingkungan setiap Jumat pagi sebagai bentuk penerapan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui program pendampingan ini, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap bahasa Arab dan hadis, serta tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya kebersamaan, kepedulian sosial, dan pembelajaran keagamaan yang inklusif di Kelurahan Watu-Watu. (AO)














