Beranda / Daerah / Aliansi Mahasiswa Bombana Bersatu Gelar Aksi Hardiknas, Desak Bupati Tingkatkan Kesejahteraan Pendidikan.

Aliansi Mahasiswa Bombana Bersatu Gelar Aksi Hardiknas, Desak Bupati Tingkatkan Kesejahteraan Pendidikan.

Bombana – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Aliansi Mahasiswa Bombana Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Bombana, Sabtu (2 Mey 2026 ).

Aksi tersebut menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi pendidikan di Kabupaten Bombana yang dinilai masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Sejak pagi hari, puluhan massa aksi mulai memadati area depan kantor bupati dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan. Mereka juga secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti berbagai persoalan pendidikan, mulai dari kesejahteraan tenaga pendidik hingga infrastruktur sekolah yang belum memadai.

Koordinator lapangan Maikel Andrestein G
dalam orasinya menegaskan bahwa momentum Hardiknas seharusnya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi refleksi nyata bagi pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan di daerah.
“Pendidikan adalah hak dasar masyarakat. Namun sampai hari ini, masih banyak persoalan yang belum diselesaikan oleh pemerintah daerah, khususnya di Bombana,” tegasnya di tengah aksi.

Dalam aksi tersebut, Aliansi Mahasiswa Bombana Bersatu menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Bupati Bombana, di antaranya:
1.Mendesak Bupati Bombana untuk mensejahterakan tenaga pendidik di Kabupaten Bombana.

2.Mendesak Bupati Bombana untuk segera menggratiskan seragam sekolah bagi siswa.
3.Mendesak Bupati Bombana untuk segera memperbaiki fasilitas sekolah di SD Negeri 37 Balo, Kecamatan Kabaena Timur, yang dinilai sudah tidak layak.
4.Mendesak Bupati Bombana untuk mempercepat penugasan guru sebagai kepala sekolah definitif sesuai dengan Surat Perintah Kemendikdasmen Nomor 0117/B/B.B3/GT.03.00/2026.

5.Mendesak Bupati Bombana untuk memberikan sanksi kode etik kepada oknum berinisial E, mantan Plt Kabid GTK yang saat ini menjabat sebagai Plt Kepala Sekolah di Bombana.

Kemudian, Baril menilai bahwa lambannya penanganan persoalan pendidikan akan berdampak pada kualitas sumber daya manusia di Bombana ke depan. Oleh karena itu, mereka meminta pemerintah daerah agar tidak menunda-nunda penyelesaian berbagai persoalan tersebut.

Aksi sempat diwarnai dengan upaya massa untuk bertemu langsung dengan Bupati Bombana. Namun hingga aksi berakhir, mahasiswa hanya ditemui oleh perwakilan dari pihak pemerintah Daerah Asisten 1 dan 3 yang berjanji akan menyampaikan seluruh aspirasi kepada Bupati Bombana.

Aliansi Mahasiswa Bombana Bersatu menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal tuntutan tersebut hingga ada langkah konkret dari pemerintah daerah.

Mereka juga membuka kemungkinan untuk kembali menggelar aksi lanjutan jika tuntutan tidak segera direspons.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *