Kendari – Keluhan mahasiswa terhadap kondisi fasilitas di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo semakin mengemuka. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP UHO menilai sudah saatnya pihak kampus bergerak cepat, tidak sekadar mendengar tanpa tindakan nyata.
Ketua Komisi I DPM FISIP UHO, La Ode Muhammad Syarif, menyebut bahwa banyak aspirasi mahasiswa yang masuk terkait ketidaknyamanan selama proses belajar mengajar. Mulai dari ruang kelas yang panas dan sempit, kursi rusak, hingga sinyal internet yang sering putus di tengah perkuliahan.
“Kami tidak ingin hanya sekadar musyawarah. Aspirasi ini sudah kami sampaikan berkali-kali. Sekarang saatnya eksekusi di lapangan,” tegas Syarif di Kendari, Jum’at(8/5/2026).
DPM menekankan bahwa peningkatan sarana bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan mendasar. Tanpa fasilitas yang layak, kualitas pembelajaran otomatis terhambat. Ketersediaan ruang diskusi, akses listrik yang memadai, serta perawatan rutin terhadap fasilitas yang ada menjadi poin kritis yang kerap diabaikan.
“Jangan sampai mahasiswa yang gigih belajar justru dihadapkan pada fasilitas yang memprihatinkan. Perawatan itu sama pentingnya dengan pengadaan baru,” tambahnya.
DPM FISIP UHO berjanji akan terus mengawal setiap janji pimpinan fakultas dan universitas. Mereka mendorong adanya evaluasi terbuka dan jadwal perbaikan yang jelas, bukan sekadar respons diplomatis tanpa target waktu.
Dengan langkah advokasi yang lebih tegas, DPM berharap dalam waktu dekat ada perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh mahasiswa di ruang kelas maupun area publik kampus. (Sarr)














