MUNA BARAT, MEDIASEKAWAN.COM. – Kondisi jalan poros di Desa Kampobalano, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat, menuai sorotan tajam dari warga. Ruas jalan yang dipenuhi lubang dan kerusakan parah itu dinilai mencerminkan minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat terhadap infrastruktur yang justru berada di kawasan strategis.
Kerusakan jalan tersebut telah berlangsung cukup lama. Lubang-lubang menganga di badan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

Seorang pemuda setempat berinisial LS yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, hingga kini belum terlihat langkah nyata dari pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan.
Padahal, menurutnya, jalan poros Kampobalano merupakan salah satu akses vital yang setiap hari dilalui masyarakat untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, mengangkut hasil kebun ke pasar, hingga menunjang pergerakan ekonomi warga.
“Ini bukan jalan kecil di pelosok. Jalan ini berada di kawasan pusat perkantoran dan menjadi akses menuju Kantor Bupati Muna Barat,” ujar LS kepada Kabengga.id, Rabu (13/3/2026).
Ia menilai, pembiaran terhadap kerusakan jalan tersebut menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Pasalnya, ruas jalan itu juga kerap dilalui oleh pejabat daerah, termasuk Bupati Muna Barat saat menuju kantor pemerintahan.
“Setiap hari dilewati pejabat, tapi kondisinya tetap saja dibiarkan rusak. Seolah-olah keluhan masyarakat tidak dianggap penting,” sindirnya.

LS juga mengingatkan bahwa kondisi jalan yang berlubang dapat berdampak serius, terutama bagi warga yang membawa pasien sakit menuju fasilitas kesehatan.
“Kalau orang sakit dibawa lewat jalan seperti ini, bukannya cepat sampai ke rumah sakit, malah bisa memperparah kondisi karena harus melewati jalan rusak,” katanya.
Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Muna Barat tidak menutup mata terhadap persoalan tersebut. Mereka mendesak agar perbaikan segera dilakukan sebelum kerusakan semakin parah dan memicu jatuhnya korban di jalan tersebut.
Bagi masyarakat, keberadaan jalan yang layak bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kelancaran aktivitas ekonomi sehari-hari.**














