Muna, Mediasekawan.com 3 November 2026 — Kondisi pembinaan olahraga renang di Kabupaten Muna menyisakan keprihatinan mendalam. Di tengah persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026, para atlet renang justru terpaksa berlatih di Kali Laende akibat tidak berfungsinya fasilitas kolam renang GOR yang seharusnya menjadi tempat latihan yang layak.
La Ode Muhamad Ichandra Kirana Prasetyo, selaku pemuda Kabupaten Muna, menyampaikan kritik keras terhadap kondisi tersebut. Menurutnya, sangat miris ketika atlet dituntut untuk berprestasi dan mengharumkan nama daerah, tetapi fasilitas dasar untuk menunjang latihan mereka justru terabaikan.
“Ini sangat memprihatinkan. Atlet diminta berjuang membawa nama baik daerah, tetapi fasilitas latihan yang layak saja belum terpenuhi. Jangan sampai semangat dan pengorbanan atlet jauh lebih besar daripada perhatian pemerintah terhadap masa depan olahraga di Kabupaten Muna,” tegasnya.
Kali Laende memiliki lintasan lurus yang hanya sekitar 30 meter sebelum alirannya membelok, sehingga menyulitkan atlet berlatih untuk nomor 50 dan 100 meter. Sementara itu, latihan di laut juga memiliki risiko, mulai dari perairan dangkal hingga karang tajam dan bulu babi yang dapat membahayakan keselamatan atlet.
Padahal, Kabupaten Muna memiliki kolam renang di kompleks GOR yang dibangun sejak 2005. Namun, fasilitas tersebut dilaporkan tidak lagi berfungsi setelah sejumlah perlengkapan, seperti mesin pompa, dinamo, kabel instalasi, dan lampu penerangan, hilang. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai pengelolaan dan pengawasan aset olahraga daerah.
Ichandra mendesak Pemerintah Kabupaten Muna bersama instansi terkait agar segera mengevaluasi kondisi kolam renang GOR, menelusuri penyebab hilangnya perlengkapan yang diberitakan, serta mengambil langkah konkret untuk mengaktifkan kembali fasilitas tersebut. Pembinaan atlet tidak boleh hanya berorientasi pada target medali, tetapi juga harus menjamin keselamatan dan ketersediaan sarana latihan yang memadai.
“Jangan tunggu atlet gagal berprestasi baru pemerintah sibuk berbenah. Jangan pula menunggu kecelakaan terjadi saat latihan baru kita menyadari pentingnya fasilitas yang layak. Atlet bukan sekadar dituntut membawa pulang medali, tetapi juga berhak mendapatkan perhatian dan dukungan nyata dari pemerintah,” tambahnya.
Menurutnya, Porprov 2026 seharusnya menjadi momentum bagi Kabupaten Muna untuk menunjukkan keseriusan dalam membangun prestasi olahraga. Prestasi tidak lahir hanya dari kerja keras atlet, tetapi juga dari dukungan fasilitas, pendampingan, dan kebijakan pemerintah yang berpihak pada pengembangan olahraga.
Jangan biarkan mimpi atlet renang Muna tenggelam di tengah terbengkalainya fasilitas olahraga. Mereka telah berjuang dengan segala keterbatasan. Kini, pemerintah harus membuktikan tanggung jawabnya melalui tindakan nyata, bukan sekadar janji.
La Ode Muhamad Ichandra Kirana Prasetyo
Pemuda Kabupaten Muna
Redaksi : Mediasekawan










