Beranda / Peristiwa / Mudik Memuncak, Penyeberangan Torobulu–Tampo Dipadati Kendaraan, Layanan Kapal Beroperasi 24 Jam

Mudik Memuncak, Penyeberangan Torobulu–Tampo Dipadati Kendaraan, Layanan Kapal Beroperasi 24 Jam

KONAWE SELATAN — MEDIASEKAWAN.COM.|| Arus mudik menjelang Ramadan di jalur penyeberangan Torobulu–Tampo, Sulawesi Tenggara, mengalami lonjakan signifikan. Kepadatan penumpang dan kendaraan terlihat di Pelabuhan Penyeberangan Torobulu, Kabupaten Konawe Selatan, dalam beberapa hari terakhir.

Kondisi di lapangan menunjukkan kapal feri dipenuhi ratusan sepeda motor milik pemudik. Kendaraan roda dua tampak terparkir rapat di dek kapal hingga hampir tidak menyisakan ruang gerak bagi penumpang.

Kepadatan ini tidak hanya terjadi pada sepeda motor, tetapi juga kendaraan roda empat. Sejumlah warga menyebut antrean mobil turut mengular di area pelabuhan.

Lonjakan jumlah penumpang diduga dipicu meningkatnya mobilitas masyarakat yang hendak kembali ke Pulau Muna menjelang Ramadan.

Selain itu, adanya informasi mengenai layanan kapal gratis turut disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan jumlah pengguna jasa penyeberangan.

Berdasarkan percakapan yang beredar di grup informasi masyarakat, pelayanan kapal di lintasan Torobulu–Tampo saat ini telah dioperasikan secara non-stop selama 24 jam. Bahkan, jumlah armada yang beroperasi disebut mencapai empat unit kapal guna mengurai kepadatan.

“Tidak pakai jadwal kalau suasana begini, non stop 24 jam,” tulis salah satu warga dalam percakapan tersebut.

Meski demikian, tingginya volume kendaraan dan penumpang tetap menyebabkan antrean panjang. Sejumlah calon penumpang bahkan harus menunggu hingga berjam-jam atau menyeberang pada waktu subuh keesokan harinya.

Selain itu, fleksibilitas juga diberikan kepada penumpang terkait penggunaan tiket. Dalam kondisi tertentu, tiket yang telah dibeli masih dapat digunakan di luar jadwal dengan syarat melapor kembali kepada petugas loket.

Di tengah lonjakan arus penyeberangan, aspek keselamatan menjadi perhatian utama. Sejumlah penumpang terlihat berada di area tangga hingga bagian luar kapal akibat keterbatasan ruang di dalam.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan pelayaran, mengingat kapasitas kapal diduga telah mendekati batas maksimal.

Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui lintasan Torobulu–Tampo diimbau untuk datang lebih awal, mempersiapkan perjalanan dengan matang, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan dan kelancaran arus mudik.

Hingga kini, kondisi kepadatan di jalur penyeberangan tersebut masih menjadi perhatian warga Sulawesi Tenggara, seiring meningkatnya mobilitas menjelang momen Ramadan.

Reporter: Ali Okong

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *