Beranda / Nasional / PBB peringatkan risiko Super El Niño – Negara-negara bersiap hadapi dampaknya, termasuk Indonesia

PBB peringatkan risiko Super El Niño – Negara-negara bersiap hadapi dampaknya, termasuk Indonesia

GENEVA,Mediasekawan.com 5 September 2026 – Dunia resmi memasuki “zona bahaya cuaca ekstrem” seiring penguatan fenomena El Niño yang dampaknya mulai terasa secara global. Peringatan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dalam konferensi pers di Jenewa, Kamis (3/9), yang juga dihadiri oleh pimpinan Organisasi Meteorologi Dunia (WMO).

“El Niño sedang membesar secara drastis di depan mata kita. Bukti ilmiah tidak menyisakan ruang untuk keraguan: planet ini sedang berada di wilayah yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan wilayah tersebut kian memanas,” tegas Guterres, mengutip pernyataan resmi WMO.

Anomali Suhu Laut Tembus 3,6 Derajat Celsius

Berdasarkan pembaruan terbaru WMO, suhu permukaan laut di wilayah Pasifik khatulistiwa tengah dan timur menunjukkan lonjakan signifikan. Data mingguan antara akhir Juli hingga pertengahan Agustus mencatat anomali suhu mencapai 2,2 hingga 2,6 derajat Celsius di atas rata-rata . Bahkan, suhu laut bawah permukaan pada Juli dan awal Agustus tercatat lebih dari 8 derajat Celsius di atas normal, menjadi “bahan bakar” yang akan terus menguatkan El Niño hingga akhir tahun .

Untuk periode September-November 2026, model prediksi WMO menunjukkan anomali suhu di wilayah pemantauan Niño 3.4 rata-rata sekitar 3,6 derajat Celsius, dengan kecenderungan mencapai puncak pada November-Desember .

“Jika trajektori ini berlanjut, fenomena ini bisa lebih kuat dari apa pun sejak pemantauan kami dimulai. Secara harfiah sudah berada di luar grafik yang kami gunakan selama empat dekade terakhir,” ungkap Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo, menegaskan bahwa prediksi ini memiliki probabilitas hampir 100 persen untuk berlangsung hingga Februari 2027 .

Bukan El Niño Biasa: Pemanasan Global Memperparah Dampak

Para ahli menekankan bahwa El Niño 2026 berbeda dari siklus sebelumnya karena terjadi di atas planet yang sudah mengalami pemanasan global akibat aktivitas manusia. El Niño adalah fenomena alam, namun perubahan iklim menciptakan latar belakang yang lebih panas sehingga efek panas dari Pasifik menjadi semakin ekstrem .

“Ini bukan sekadar soal membandingkan angka indeks dengan El Niño 1997-1998 atau 2015-2016. El Niño sekarang berkembang di atas planet yang sudah jauh lebih panas,” jelas Kepala Bagian Prediksi Iklim WMO, Wilfran Moufouma-Okia .

Dampak Global: Banjir, Kekeringan, dan Rekor Suhu Baru

El Niño adalah pengubah pola cuaca global. Beberapa wilayah akan dilanda kekeringan parah, sementara lainnya diterpa badai topan dan banjir besar. WMO memprakirakan suhu di atas normal akan terjadi di hampir seluruh wilayah daratan bumi pada September-November 2026 .

“Kita tidak perlu terkejut jika rekor suhu tahunan kembali terpecahkan,” tambah Saulo, merujuk pada El Niño 2023-2024 yang ikut mendorong tahun tersebut menjadi salah satu yang terpanas dalam catatan .

Indonesia Bersiap: Ancaman Gagal Panen dan Kebakaran Hutan

Di Indonesia, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis peringatan dini terkait dampak El Niño kategori sangat kuat yang bertepatan dengan puncak musim kemarau . Beberapa dampak utama yang diantisipasi adalah:

  1. Ancaman Ketahanan Pangan: Pakar Pertanian IPB, Dwi Andreas Santosa, memprediksi penurunan produksi padi sekitar 3-5 persen akibat kekurangan air. Sulawesi Selatan, sebagai salah satu lumbung padi nasional, telah mengalokasikan anggaran Rp780 miliar untuk percepatan perbaikan jaringan irigasi guna mengantisipasi gagal panen . Secara historis, El Niño kuat dapat menggerus produksi beras nasional hingga 9,4 persen .
  2. Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan: Berdasarkan data BMKG, titik panas (hotspot) masih mendominasi wilayah Kalimantan (463 titik) dan Sumatera (264 titik) pada awal September 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiapkan 18 helikopter water bombing dan 12 helikopter patroli di enam provinsi rawan karhutla .
  3. Krisis Air Bersih: BNPB telah membangun 109 titik sumur bor di tujuh provinsi rawan kekeringan, termasuk Jawa Barat, Jawa Timur, NTT, dan NTB, serta mengembangkan jaringan pipanisasi air bersih untuk mitigasi jangka panjang .

Seruan Tindakan Global

Menghadapi ancaman ini, WMO mengaku telah melakukan mobilisasi besar-besaran untuk pertama kalinya dalam 50 tahun sejarahnya, bekerja sama dengan badan meteorologi nasional untuk menyebarluaskan prakiraan cuaca ekstrem guna menyelamatkan jiwa dan mata pencaharian .

“Perlombaan sekarang adalah antara meningkatnya risiko dan komitmen kita untuk mengambil tindakan iklim serta melindungi masyarakat. Kita harus memenangkan perlombaan itu,” pungkas Guterres.

Redaksi : Mediasekawan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *