KENDARI ll MediaSekawan.Com — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Teknik Universitas Halu Oleo (UHO) melontarkan sikap keras tanpa kompromi terhadap dugaan aksi brutal penyiraman air keras yang mencederai nilai kemanusiaan dan keadilan.
IMM Teknik UHO secara tegas mengecam dugaan keterlibatan oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam peristiwa tersebut. Mereka menilai, tindakan keji itu bukan hanya melukai tubuh korban, tetapi juga menghantam rasa keadilan publik dan mencoreng wajah penegakan hukum di negeri ini.
“Seruan ‘Segera Adili Oknum TNI’ bukan sekadar slogan kosong. Ini adalah tuntutan moral dan konstitusional agar aparat penegak hukum tidak bermain-main. Harus cepat, transparan, dan profesional,” tegas Ketua IMM Teknik UHO terpilih, La Ode Olan, dalam keterangannya, Senin (06/04/2026).
Ia menegaskan, hukum tidak boleh tunduk pada kekuasaan. Penegakan hukum harus berjalan objektif, bebas intervensi, dan tanpa tebang pilih. Siapapun pelakunya—tanpa melihat latar belakang—wajib diseret ke meja hukum dan dijatuhi sanksi setimpal.
Lebih jauh, IMM menilai peristiwa ini sebagai alarm keras bagi bangsa. Supremasi hukum tidak boleh hanya menjadi jargon, tetapi harus ditegakkan secara nyata. Negara, kata Olan, tidak boleh abai dalam menjamin perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) dan rasa aman bagi setiap warga negara.
Sebagai organisasi gerakan mahasiswa Islam, IMM Teknik UHO menyatakan komitmennya untuk berdiri di garis depan dalam mengawal kasus ini hingga tuntas. Mereka memastikan akan terus menekan, mengawal, dan mengingatkan agar keadilan tidak dipermainkan.
“Ini bukan hanya soal satu korban, tapi soal masa depan hukum kita. Jika dibiarkan, kekerasan akan menjadi preseden berbahaya,” tegasnya.
Dengan semangat Fastabiqul Khairat, IMM Teknik UHO mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak diam. Mereka menyerukan solidaritas publik guna mengawal proses hukum, menjaga marwah demokrasi, dan memastikan keadilan benar-benar ditegakkan—bukan sekadar dipertontonkan./FI.














