Beranda / Sosial / WhatsApp Jadi Pusat Informasi PKH di Bungkutoko, Akses Digital Penerima Manfaat Masih Jadi Tantangan

WhatsApp Jadi Pusat Informasi PKH di Bungkutoko, Akses Digital Penerima Manfaat Masih Jadi Tantangan

Kendari, Mediasekawan.com 22 Oktober 2026 — Pemanfaatan WhatsApp sebagai pusat informasi penyaluran bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Bungkutoko, Kota Kendari, membantu pendamping menyampaikan informasi kepada penerima manfaat. Namun, hasil studi lapangan mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Halu Oleo menunjukkan bahwa keterbatasan akses telepon genggam, paket internet, dan penumpukan pesan masih menjadi kendala dalam penerimaan informasi.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pendamping PKH di Kelurahan Bungkutoko, penyampaian informasi kepada penerima manfaat pada awalnya dilakukan melalui ketua kelompok untuk diteruskan kepada anggota. Pendamping kemudian menggunakan Facebook, tetapi mengalami kendala saat masuk ke akun karena lupa kata sandi. Oleh karena itu, pendamping beralih menggunakan grup WhatsApp pada 5 November 2022.

Pendamping PKH tersebut telah menjalankan tugasnya sejak 2018. Di Kelurahan Bungkutoko terdapat tujuh kelompok PKH, dengan pertemuan rutin yang dilaksanakan satu kali setiap bulan untuk masing-masing kelompok.

Akses Telepon Genggam Memengaruhi Penerimaan Informasi

Hasil wawancara dengan lima penerima manfaat PKH menunjukkan bahwa akses terhadap WhatsApp tidak sama pada setiap responden. Sebagian penerima manfaat memiliki telepon genggam pribadi dan dapat membaca informasi secara langsung melalui grup. Namun, sebagian lainnya tidak memiliki telepon genggam pribadi sehingga harus menggunakan perangkat milik suami atau mengandalkan anggota keluarga untuk memperoleh informasi.

Salah satu penerima manfaat yang diwawancarai mengaku menggunakan telepon genggam suaminya untuk mengakses informasi PKH. Ketika suaminya membawa telepon genggam tersebut ke luar rumah, ia biasanya memperoleh informasi melalui tetangga.

Kondisi serupa ditemukan pada penerima manfaat lainnya yang tidak tergabung secara langsung dalam grup WhatsApp PKH. Informasi mengenai pencairan bantuan sosial PKH dan pertemuan kelompok disampaikan oleh suami setelah menerima pemberitahuan melalui grup.

Menurut hasil wawancara dengan pendamping, sebagian penerima manfaat, khususnya warga lanjut usia, belum bergabung dalam grup WhatsApp karena keterbatasan penggunaan telepon genggam. Dalam kondisi tertentu, mereka memerlukan bantuan anak atau cucu untuk mengakses informasi digital.

Selain keterbatasan perangkat, ketersediaan paket internet juga menjadi kendala. Informasi yang dikirimkan melalui WhatsApp dapat terlambat diketahui apabila penerima manfaat tidak memiliki paket internet.

Pesan Menumpuk dan Kebiasaan Membaca Informasi

Kendala lain yang ditemukan berkaitan dengan kebiasaan penerima manfaat dalam membaca pesan. Beberapa responden menyampaikan bahwa mereka membaca pesan secara lengkap, sedangkan responden lainnya hanya membaca sebagian atau berfokus pada poin-poin yang dianggap penting.

Banyaknya pesan dalam grup juga membuat informasi tertentu sulit ditemukan kembali. Penerima manfaat harus menggulir percakapan untuk mencari pesan yang telah terkirim sebelumnya.

Dalam hal pengelolaan media, kebiasaan responden juga berbeda-beda. Ada penerima manfaat yang menghapus gambar setelah membacanya agar penyimpanan telepon genggam tidak menumpuk. Sebaliknya, ada pula yang membiarkan gambar tetap tersimpan karena dianggap penting.

Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa sebagian responden telah mengetahui cara menggunakan fitur pesan suara WhatsApp. Namun, pengetahuan mengenai fitur lain, seperti pengaturan penyimpanan media otomatis dan penyematan pesan (pin), belum merata.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan WhatsApp sebagai media informasi tidak hanya berkaitan dengan keberadaan grup, tetapi juga kemampuan penerima manfaat dalam mengakses, membaca, dan menemukan kembali informasi yang dibutuhkan.

Informasi Pencairan dan Penggunaan Grup untuk UMKM

Dalam wawancara, pendamping PKH menjelaskan bahwa penyampaian informasi pencairan bantuan perlu diperhatikan agar penerima manfaat memperoleh informasi dengan baik. Bagi penerima manfaat yang belum mengetahui atau belum sempat mengakses informasi pencairan, terdapat upaya bantuan melalui pengantaran ke BRI Link oleh keluarga penerima manfaat (KPM) yang membantu proses tersebut.

Penerima manfaat juga diminta mengirimkan bukti transaksi. Selain itu, jumlah bantuan kembali diingatkan pada pertemuan kelompok. Langkah tersebut dimaksudkan untuk membantu memastikan pencairan diterima oleh orang yang tepat serta mengurangi risiko penyalahgunaan melalui praktik penitipan kartu.

Di sisi lain, grup WhatsApp PKH tidak hanya digunakan untuk menyampaikan informasi program, tetapi juga menjadi tempat anggota membagikan informasi jual beli. Pendamping tidak melarang aktivitas tersebut karena dapat menjadi sarana mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik anggota kelompok.

Meski demikian, pendamping berharap informasi penting terkait PKH tidak tertimbun oleh pesan jual beli atau percakapan lain yang muncul di dalam grup.

Perlunya Penyampaian Informasi yang Mudah Diakses

Hasil studi lapangan melalui wawancara tersebut memperlihatkan bahwa WhatsApp menjadi salah satu saluran komunikasi yang digunakan dalam penyampaian informasi PKH di Kelurahan Bungkutoko. Penggunaan grup membantu pendamping menyebarkan informasi, tetapi keterbatasan perangkat, akses internet, dan penumpukan pesan masih memengaruhi kemudahan penerima manfaat dalam memperoleh informasi.

Pertemuan kelompok yang dilaksanakan satu kali setiap bulan tetap menjadi bagian dari mekanisme komunikasi dengan penerima manfaat. Keberadaan pertemuan tersebut melengkapi penyampaian informasi melalui WhatsApp, terutama bagi penerima manfaat yang belum dapat mengakses media digital secara mandiri.

Melalui studi lapangan ini, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Halu Oleo memperoleh gambaran mengenai pemanfaatan WhatsApp sebagai pusat informasi penyaluran bantuan sosial PKH di Kelurahan Bungkutoko, Kota Kendari. Temuan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi untuk memahami kebutuhan komunikasi masyarakat dan mendorong penyampaian informasi yang lebih mudah diakses oleh seluruh penerima manfaat.

Redaksi : Mediasekawan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *