Kendari – BEM Universitas Halu Oleo (UHO) melalui Menteri Inovasi dan Pengembangan Kreativitas Mahasiswa, La Ode Muh. Ichandra Kirana Prasetyo, menyoroti minimnya respons Pemerintah Kabupaten Muna serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan deretan lapak pedagang di Pelabuhan Nusantara Raha, pada Senin (5/1/2026) dini hari.
Menurut Ichandra, insiden tersebut mencerminkan lemahnya kehadiran negara dalam melindungi rakyat kecil saat menghadapi situasi darurat. Ia menilai, kebakaran yang seharusnya ditangani secara cepat justru direspons lambat, sehingga tidak ada penanganan memadai dan berdampak pada kerugian besar bagi para pedagang.
“Kebakaran lapak pedagang di Pelabuhan Raha terjadi tanpa respons cepat dari pemadam kebakaran maupun pemerintah daerah. Ini bukan sekadar kelalaian, tetapi bentuk pembiaran yang merugikan rakyat kecil,” tegas Ichandra.
Ia menambahkan, pemerintah daerah memiliki kewajiban hukum untuk hadir dan bertindak cepat dalam kondisi darurat. Lambatnya penanganan pada peristiwa ini dinilai sebagai pelanggaran terhadap prinsip pelayanan publik serta tanggung jawab pemerintah daerah.
“Pemadam kebakaran adalah urusan wajib pelayanan dasar. Jika dalam kondisi darurat saja negara tidak hadir, lalu di mana tanggung jawab pemerintah terhadap keselamatan dan penghidupan rakyatnya?” ujarnya.
Ichandra mendesak Pemerintah Kabupaten Muna untuk memberikan klarifikasi terbuka kepada publik, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pemadam kebakaran, serta memastikan bantuan dan pemulihan yang layak bagi para pedagang korban kebakaran.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius agar pemerintah daerah tidak lagi abai terhadap keselamatan masyarakat.
“Negara tidak boleh hanya hadir saat menarik retribusi, tetapi menghilang saat rakyat menghadapi musibah. Rakyat kecil tidak boleh terus menjadi korban karena kelalaian pemerintah. Keselamatan warga adalah tanggung jawab yang tidak bisa ditawar,” pungkasnya














