Beranda / Hukum/Kriminal / Pencuri Sapi Mengganas di Guali, Warga Turun Tangan—Hukum Dipertanyakan, Aparat Disorot Tumpul

Pencuri Sapi Mengganas di Guali, Warga Turun Tangan—Hukum Dipertanyakan, Aparat Disorot Tumpul

Muna Barat — Teror pencurian sapi yang berulang di Desa Guali, Kecamatan Kusambi, akhirnya terbongkar. Namun yang memantik titik terang bukanlah kerja cepat aparat, melainkan keberanian warga yang sudah muak hidup dalam bayang-bayang kehilangan.

Berminggu-minggu masyarakat dipaksa berjaga dalam ketakutan. Sapi lenyap tanpa jejak, pelaku seolah kebal hukum. Di saat perlindungan terasa absen, warga mengambil alih: ronda malam diperketat, kandang diterangi, bahkan nyawa jadi taruhan demi menjaga harta satu-satunya.

Ledakan kemarahan itu mencapai puncak pada 28 Maret 2026. Menjelang siang, seorang peternak yang geram memilih mengintai sendiri. Hasilnya mencengangkan—sekelompok pelaku tertangkap basah saat hendak menggiring sapi miliknya.

Tanpa menunggu, ia bergerak cepat. Aksi para pelaku direkam. Bukti yang selama ini seperti tak mampu dihadirkan aparat, justru kini ada di tangan warga.

Laporan pun dilayangkan hari itu juga. Harapan masyarakat sederhana: pelaku ditangkap, diproses, dan dihukum tanpa basa-basi.

Namun hingga kini, yang terlihat justru sebaliknya. Respons aparat dinilai dingin, langkah konkret nyaris tak tampak. Kekecewaan pun mengeras menjadi pertanyaan tajam: ke mana hukum ketika rakyat dipaksa menjadi penjaga bagi dirinya sendiri?

Peristiwa ini bukan sekadar kasus pencurian. Ini adalah alarm keras tentang rapuhnya rasa aman. Ketika negara lamban, warga tak punya pilihan selain berdiri di garis depan. Solidaritas menjadi benteng terakhir—di tengah bayang-bayang hukum yang terasa tumpul./AR.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *