Kendari, Mediasekawan.Com. (6 mei 2026) – Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari mengecam keras sikap dan ucapan Kapolresta Kendari yang dinilai tidak mencerminkan etika seorang aparat penegak hukum saat menghadapi massa aksi di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara.
Video yang beredar luas di tengah masyarakat memperlihatkan adanya pernyataan bernada kasar dan intimidatif yang dilontarkan kepada mahasiswa dan massa aksi. Ucapan seperti “kalian dikasi hati minta jantung” dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap rakyat yang sedang menggunakan hak demokratisnya untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Wakil Bendahara Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari, Syawal, menyampaikan rasa kecewa dan kemarahannya atas sikap Kapolresta Kendari yang dianggap arogan terhadap mahasiswa.
“Saya sangat kecewa terhadap Kapolresta Kendari karena melontarkan bahasa yang tidak pantas kepada saya dan kawan-kawan massa aksi. Kami datang membawa aspirasi rakyat, bukan untuk diperlakukan dengan nada ancaman dan penghinaan,” tegas Syawal.
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari menilai bahwa tindakan dan ucapan tersebut memperlihatkan wajah represif aparat terhadap gerakan mahasiswa. Kepolisian seharusnya menjadi pengayom masyarakat, bukan mempertontonkan sikap emosional dan arogan di hadapan publik.
Menurut Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari, demonstrasi merupakan hak konstitusional warga negara yang dilindungi undang-undang. Oleh sebab itu, segala bentuk intimidasi verbal maupun tindakan yang berupaya menekan kebebasan berpendapat merupakan ancaman serius terhadap demokrasi.
“Jangan sampai aparat kepolisian merasa memiliki kuasa untuk membungkam kritik rakyat. Demokrasi tidak boleh dijaga dengan ancaman, dan mahasiswa tidak akan pernah takut menghadapi sikap represif,” lanjut Syawal.
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari juga mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara untuk segera mengevaluasi Kapolresta Kendari agar kejadian serupa tidak terus terulang terhadap mahasiswa maupun masyarakat sipil di Sulawesi Tenggara.
Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Kendari menegaskan bahwa gerakan mahasiswa akan tetap berdiri di garis perjuangan rakyat dan tidak akan tunduk terhadap segala bentuk intimidasi yang mencederai nilai demokrasi dan kebebasan sipil.














