KENDARI, MEDIASEKAWAN.COM.— Sebuah video dramatis berdurasi 27 detik yang diunggah akun Facebook Cece Reno mendadak viral di media sosial dan mengguncang perhatian publik. Rekaman itu memperlihatkan detik-detik mencekam perjuangan tenaga kesehatan (nakes) dari Pulau Menui, Sulawesi Tenggara, yang mempertaruhkan nyawa demi membawa seorang pasien anak rujukan menuju Kota Kendari, Minggu (24/5/2026).
Dalam video tersebut, speedboat ambulans laut yang ditumpangi para tenaga medis tampak dihantam gelombang tinggi disertai cuaca buruk di tengah laut. Guncangan keras membuat suasana di dalam kapal berubah panik. Para nakes terdengar histeris sambil melantunkan doa demi keselamatan mereka dan pasien yang sedang dirujuk.
“Allahuakbar… Allahuakbar… Astaghfirullah… Lailahaillallah…” teriak para tenaga kesehatan sambil berpegangan kuat agar tidak terlempar akibat terjangan ombak.
Momen itu menjadi gambaran nyata kerasnya perjuangan tenaga kesehatan di wilayah kepulauan. Di tengah keterbatasan akses transportasi dan ancaman cuaca ekstrem, mereka tetap memilih berlayar demi satu tujuan: menyelamatkan nyawa pasien.
Diketahui, perjalanan rujukan pasien dari Pulau Menui menuju Kendari memakan waktu sekitar lima jam menggunakan jalur laut. Namun saat musim ombak dan angin kencang melanda perairan Sulawesi Tenggara, perjalanan tersebut berubah menjadi pertaruhan hidup dan mati.
Video tersebut langsung menuai gelombang simpati dari masyarakat. Warganet mengaku terharu sekaligus prihatin melihat pengorbanan tenaga medis di daerah terpencil yang harus menghadapi ganasnya lautan demi memberikan pelayanan kesehatan.
“Ya Allah selamatkan mereka yg berjuang demi menyelamatkan orang-orang yg sakit. Semangat nakes Menui,” tulis akun Facebook Salmia Muhidin.
“Z menangis lihat nakes Menui kalau merujuk di musim timur, kasian,” komentar warganet lainnya.
“Allahu Akbar laaillaha illallah semoga selamat sampai tujuan mm. Rafa,” tulis Ros Rosiana.
Dukungan juga datang untuk para bidan desa yang bertugas di wilayah kepulauan dengan segala keterbatasan.
“Semangat bidan desa.. Salamaki sampe tujuan,” tulis akun Susanti Midwife.
Sementara komentar lain menggambarkan realitas pahit yang saban tahun dihadapi tenaga kesehatan saat musim ombak tiba.
“Beginilah yang dialami tenaga medis kalau musim ombak,” tulis akun Kasmawati Kasma.
Viralnya video tersebut kini menjadi sorotan publik sekaligus pengingat keras tentang masih beratnya akses layanan kesehatan di wilayah kepulauan Sulawesi Tenggara. Di balik tugas kemanusiaan yang mereka emban, para tenaga kesehatan di daerah terpencil kerap harus bertaruh nyawa sebelum pasien tiba di rumah sakit rujukan./Adm.













