BOMBANA— MEDIASEKAWAN.COM.|| Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Kelompok 25 Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menuntaskan delapan program kerja unggulan selama melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Ladumpi, Kecamatan Rarowatu, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.
Program pengabdian tersebut berlangsung selama satu bulan, terhitung sejak 3 Agustus hingga 3 September 2026. Berdasarkan hasil Seminar Program Kerja yang dilaksanakan pada 2 September 2026, seluruh delapan program yang dirancang kelompok tersebut dinyatakan tercapai dengan tingkat keberhasilan 100 persen.
Koordinator Desa (Kordes) KKA Kelompok 25, Muhammad Al Azhar, mengatakan pelaksanaan program kerja diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat Desa Ladumpi.
“Selama pelaksanaan KKA, kami berupaya menjalankan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dalam bidang pendidikan, keagamaan, ekonomi, lingkungan maupun pengembangan potensi desa,” ujar Muhammad Al Azhar.
Program kerja yang dilaksanakan mencakup bidang pendidikan, keagamaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, lingkungan, keselamatan jalan, kebersihan fasilitas umum, promosi desa, serta penataan identitas wilayah. Ragam kegiatan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan pemerintah desa, warga, pemuda, pengurus masjid, pelaku UMKM, serta pihak sekolah.
Di bidang pendidikan, mahasiswa KKA Kelompok 25 menggelar sosialisasi anti-bullying bagi siswa kelas 4 hingga 6 SDN 64 Ladumpi. Kegiatan yang diikuti 40 siswa tersebut dikemas melalui presentasi interaktif, ice breaking, permainan kelompok, dan sesi tanya jawab. Hasil evaluasi menunjukkan seluruh peserta mampu menjawab kuis dengan benar.
Selain itu, kelompok KKA memberikan pendampingan pembacaan Iqra dan Al-Qur’an bagi anak-anak Desa Ladumpi. Kegiatan yang berlangsung rutin dua kali seminggu di TPA Masjid Khairunnas tersebut dilaksanakan sebanyak 12 kali pertemuan selama 6 hingga 31 Agustus 2026. Dari 15 anak yang mengikuti pendampingan, sebanyak 10 anak mengalami peningkatan satu tingkat jilid atau bacaan, dengan rata-rata kehadiran mencapai 80 persen.
Pada sektor pemberdayaan ekonomi, mahasiswa memberikan pendampingan pembuatan dan penggunaan QRIS kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pendampingan dilakukan secara langsung kepada pelaku usaha selama 18 hingga 24 Agustus 2026. Dari empat UMKM yang menjadi sasaran, dua UMKM berhasil mengaktifkan QRIS dan tercatat sebanyak 32 transaksi selama masa pendampingan.
Program lingkungan juga menjadi bagian dari pengabdian melalui kegiatan pembersihan gorong-gorong dan saluran drainase. Bersama warga dan perangkat desa, mahasiswa membersihkan tiga titik saluran drainase utama pada 27–28 Agustus 2026. Hasilnya, tiga titik saluran berhasil dibersihkan dan dua titik yang sebelumnya mengalami genangan air tidak lagi ditemukan genangan.
Dalam upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mahasiswa turut membuat dan memasang delineator pada sejumlah titik rawan kecelakaan. Survei dilakukan pada empat lokasi yang terdiri atas dua tikungan, satu tanjakan, dan satu ruas jalan tanpa penerangan. Sebanyak 29 unit delineator reflektif berhasil dipasang di empat titik tersebut.
Kegiatan sosial dan kebersihan juga diwujudkan melalui kerja bakti membersihkan fasilitas ibadah dan pemerintahan desa. Pembersihan dilakukan di Masjid Khairunnas Dusun 3, Masjid Khairunnas Dusun 1, serta Kantor Desa Ladumpi pada 31 Agustus 2026. Kegiatan melibatkan 30 mahasiswa, warga, dan perangkat desa, melebihi target awal 20 peserta.
Kelompok KKA juga menghasilkan video profil Desa Ladumpi sebagai media promosi digital desa. Produksi dilakukan melalui pengambilan gambar menggunakan drone dan kamera handheld, wawancara dengan narasumber, hingga proses penyuntingan. Video berdurasi lima menit tersebut telah diselesaikan, diserahkan kepada pemerintah desa, dan diunggah melalui media sosial resmi desa.
Program terakhir berupa redesain tanda pembatas dusun yang dilakukan untuk memperjelas identitas wilayah sekaligus memberikan tampilan yang lebih menarik. Mahasiswa bersama warga merancang desain digital dan melakukan pemasangan pada titik batas tiga dusun. Sebanyak tiga desain baru telah disetujui, sementara dua unit tanda pembatas hasil redesain telah berhasil dipasang.
Muhammad Al Azhar menambahkan, capaian delapan program kerja tersebut menjadi hasil dari kolaborasi antara mahasiswa KKA dengan masyarakat dan pemerintah Desa Ladumpi. Ia berharap program yang telah dilaksanakan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.
“Keberhasilan program ini tentu bukan hanya hasil kerja mahasiswa, tetapi juga karena dukungan masyarakat dan pemerintah desa. Kami berharap apa yang sudah kami mulai selama KKA dapat dilanjutkan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” tutupnya.
Editor: AO














