Sultra,Mediasekawan.com 30 Juli 2026 – Selain menegakkan peraturan dan pembinaan ASN, Kepala Badan Kepegawaian Negara RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H., juga turun langsung mewujudkan semangat kebangsaan melalui kegiatan mini soccer bersama Cipayung Plus Sulawesi Tenggara.
Pertandingan persahabatan itu digelar di Lapangan Raken Mini Soccer Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis 30/7/2026. Keakraban dan semangat sportivitas terasa sejak peluit pertama dibunyikan.
Hadir dalam kegiatan ini pengurus dan anggota Cipayung Plus Sultra, perwakilan ASN muda, pejabat Pemprov, serta Pers. Bagi Cipayung Plus, lapangan hijau menjadi ruang untuk merajut persatuan lintas organisasi, suku, dan latar belakang.
“Kami ingin menunjukkan bahwa persatuan tidak hanya dibicarakan di forum. Ia dihidupkan di lapangan. Lewat main bareng ini, kami belajar kerja sama tim, saling menghargai, dan menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujar la Ode Sapiansya selalu perwakilan Cipayung Plus Sulawesi Tenggara.
Prof. Zudan menegaskan, membangun birokrasi yang kuat tidak cukup hanya dengan aturan. ASN dan generasi muda juga harus memiliki jiwa kebangsaan dan tubuh yang sehat.
“Peraturan penting untuk ketertiban. Tapi semangat kebangsaan penting untuk persatuan. Kalau kita main bareng, keringatan bareng, maka ego sektoral luntur. Yang muncul adalah rasa persaudaraan. ASN harus sehat, mahasiswa harus kuat, karena merekalah masa depan bangsa,” tegas Kepala BKN.
Ia juga mengapresiasi Cipayung Plus Sultra yang konsisten menjadi mitra pemerintah dalam pembinaan pemuda. Menurutnya, organisasi kemahasiswaan punya peran strategis menyalurkan energi pemuda ke kegiatan positif yang produktif dan berkarakter.
Usai laga, kegiatan dilanjutkan dengan orasi kebangsaan singkat dan diskusi tentang peran pemuda dalam mendukung birokrasi yang bersih, melayani, dan berintegritas.
Kegiatan ini ditutup dengan foto bersama dan komitmen bersama untuk menjadikan olahraga sebagai agenda rutin pembinaan karakter dan kebangsaan di Sulawesi Tenggara.
Diharapkan kolaborasi antara BKN dan Cipayung Plus Sultra ini menjadi contoh nyata bahwa persatuan bisa dimulai dari hal kecil. Dari tendangan bola, dari keringat di lapangan, dari Kendari untuk Indonesia.
Redaksi : Mediasekawan














