BOMBANA, MediaSekawan – SMP Negeri 22 Lantari Jaya menggelar pengumuman kelulusan peserta didik kelas IX Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada siswa-siswi berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian akademik mereka selama menempuh pendidikan.
Sebelum pengumuman kelulusan, para siswa terlebih dahulu mengikuti Ujian Satuan Pendidikan (USP) yang berlangsung selama enam hari, mulai 4 hingga 9 Mei 2026. Ujian tersebut menjadi salah satu tahapan akhir dalam proses pendidikan siswa di tingkat sekolah menengah pertama.
Kepala SMP Negeri 22 Lantari Jaya, Drs. I Ketut Sukerana, mengungkapkan bahwa dari total 94 peserta didik yang terdaftar mengikuti USP, sebanyak 93 siswa mengikuti ujian, sementara satu siswa tidak dapat berpartisipasi.
“Jumlah peserta yang terdaftar sebanyak 94 siswa, terdiri dari 41 laki-laki dan 53 perempuan. Dari jumlah tersebut, 93 siswa mengikuti ujian, yakni 40 laki-laki dan 53 perempuan. Satu siswa tidak dapat mengikuti ujian,” ujar I Ketut Sukerana kepada Kabengga.Id, Rabu (3/6/2026).
Usai seluruh rangkaian ujian selesai, pihak sekolah melaksanakan pengumuman kelulusan sekaligus memberikan penghargaan kepada siswa yang berhasil meraih prestasi akademik terbaik. Penghargaan diberikan kepada siswa dengan peringkat terbaik di masing-masing kelas serta peringkat umum seluruh peserta ujian.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, sekolah menyerahkan piagam penghargaan, bingkisan, serta dana motivasi kepada para juara umum. Adapun besaran dana motivasi yang diberikan yakni Rp500.000 untuk Juara Umum I, Rp400.000 untuk Juara Umum II, dan Rp300.000 untuk Juara Umum III.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh dewan guru, Ketua Komite Sekolah, serta perwakilan orang tua siswa. Khusus bagi peraih Juara Umum I, II, dan III, orang tua turut mendampingi saat penerimaan piala, piagam penghargaan, bingkisan, dan dana motivasi yang diserahkan langsung oleh pihak sekolah.
Menurut I Ketut Sukerana, penghargaan tersebut merupakan bentuk komitmen sekolah dalam mendorong budaya prestasi sekaligus memotivasi peserta didik untuk terus mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik di jenjang pendidikan berikutnya.
“Kami berharap siswa-siswa yang telah menunjukkan prestasi dapat terus melanjutkan pendidikannya, meningkatkan kemampuan akademik maupun nonakademik, serta meraih masa depan yang lebih baik. Semoga penghargaan ini menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus berprestasi,” tutupnya.
(Red)














