Beranda / Uncategorized / DOSEN DAN MAHASISWA FISIKA FMIPA UHO LATIH PRODUSEN BIOCHAR UD BOMBANA ZAKKIR GROUP UPGRADE BIOMASSA MENJADI BIOKOKAS HYBRID UNTUK CO-FIRING BATUBARA GUNA MENURUNKAN EMISI UDARA

DOSEN DAN MAHASISWA FISIKA FMIPA UHO LATIH PRODUSEN BIOCHAR UD BOMBANA ZAKKIR GROUP UPGRADE BIOMASSA MENJADI BIOKOKAS HYBRID UNTUK CO-FIRING BATUBARA GUNA MENURUNKAN EMISI UDARA

Kendari, Mediasekawan.com. – Penggunaan batubara sebagai sumber energi masih sangat dominan di berbagai sektor industri, mulai dari smelter bijih nikel hingga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Konsumsi batubara dalam jumlah besar memicu tingginya emisi karbon yang mencemari udara. Menurut Yuniarto et al. (2021), jejak karbon dari satu unit smelter nikel berbasis batubara dapat mencapai 1,8 ton CO₂ per ton feronikel.

Peningkatan kebutuhan energi juga memperbesar emisi gas buang hasil pembakaran, yang menyumbang 74% emisi CO₂ serta 26% emisi SOx dan NOx (Cheng et al., 2017). CO₂ menjadi pemicu utama gas rumah kaca, sementara SOx dan NOx menyebabkan hujan asam serta penurunan kualitas udara (Rahman et al., 2021; Li et al., 2019). Data International Energy Agency (IEA) tahun 2023 mencatat empat perusahaan nikel terbesar di Indonesia menghasilkan 353.000 ton logam nikel dengan total emisi 15 juta ton CO₂.

Salah satu solusi untuk menekan emisi karbon adalah penerapan teknologi co-firing, yaitu teknik pembakaran bersama batubara dengan biomassa (M. Jahiding et al., 2024). Co-firing memungkinkan batu bara dicampur dengan biomassa sehingga komposisi gas hasil pembakaran berubah dan intensitas emisi berkurang, sebab biomassa memiliki sifat karbon netral.

Pada 15 November 2025, tim dosen dan mahasiswa Fisika FMIPA UHO yang dipimpin oleh M. Jahiding, S.Si., M.Si., C.EIA; Prof. Dr. Mashuni, S.Si., M.Si; dan Erzam S. Hasan, S.Si., M.Si, bersama beberapa mahasiswa, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di UD Bombana Zakkir Group, yang dipimpin oleh Syahril, SE., MM. Kegiatan ini berfokus pada produksi Biokokas Hybrid, biomassa kualitas tinggi yang digunakan sebagai bahan co-firing untuk mengurangi emisi pembakaran batubara. Pelatihan dilaksanakan di pabrik pengolahan biomassa UD Bombana Zakkir Group di Desa Mulaeno, Kecamatan Poleang Tengah, Kabupaten Bombana.

Biokokas hybrid diproduksi melalui proses pirolisis, yaitu pemanasan biomassa tanpa oksigen untuk menguraikan lignin, selulosa, dan hemiselulosa menjadi karbon padat (biochar) dan biooil. Produk ini merupakan campuran biochar dan biooil yang telah dimurnikan. Keunggulan biokokas hybrid dibandingkan pellet biomassa biasa terletak pada nilai kalor yang mencapai 6000–7000 kkal/kg, setara dengan batubara bituminus yang umum diproduksi di Indonesia.

UD Bombana Zakkir Group selama ini dikenal sebagai produsen sekaligus eksportir biochar. Melalui pelatihan ini, perusahaan tersebut mulai mengembangkan diri menjadi produsen biokokas hybrid untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan mineral serta PLTU. Langkah ini menjadi wujud kontribusi nyata dunia industri dalam menekan emisi karbon.

Berikut dokumentasi bersama direktur dan para pekerja lapangan saat proses pembuatan biochar sebagai bahan dasar Biokokas Hybrid di UD Bombana Zakkir Group.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *