Beranda / Daerah / Orang Tua Murid Kecewa, Soroti Pembinaan Asrama Pondok Pesantren Ummusshabri Kendari

Orang Tua Murid Kecewa, Soroti Pembinaan Asrama Pondok Pesantren Ummusshabri Kendari

Kendari – Mediasekawan.com.ll Kekecewaan mendalam disampaikan salah satu orang tua wali murid terhadap Pondok Pesantren Ummusshabri di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Muhammad Miqram (52), orang tua siswa, menilai pengelolaan dan pembinaan asrama di pesantren tersebut tidak sesuai dengan harapan orang tua.

Miqram menuturkan, sejak awal dirinya menitipkan anaknya di Ummusshabri dengan harapan besar agar mendapatkan pembinaan karakter, disiplin, dan peningkatan kualitas akademik. Namun, harapan tersebut justru berbanding terbalik dengan kenyataan yang dialami anaknya selama tinggal di asrama.

“Kami sebagai orang tua sangat berharap pembimbing asrama bisa menjalankan tugas dengan serius, membina anak-anak agar menjadi lebih baik. Tapi yang terjadi justru sebaliknya,” kata Miqram kepada awak media senin 15/12/2025.

Ia menilai pembimbing asrama tidak menjalankan perannya secara maksimal dan terkesan tidak serius dalam mengawasi serta membina para siswa. Kondisi tersebut, menurutnya, berdampak langsung pada perilaku dan perkembangan anak.

Lebih lanjut, Miqram mengungkapkan sejumlah persoalan di lingkungan asrama yang dinilainya sangat memprihatinkan. Mulai dari kondisi kamar yang kotor, seringnya kehilangan barang milik siswa, hingga bebasnya siswa lain keluar-masuk kamar yang bukan tempat tinggalnya.

“Di dalam asrama banyak hal yang tidak sesuai. Kamar tidak terawat, barang sering hilang, dan pengawasan sangat lemah. Anak-anak bisa bebas masuk ke kamar yang bukan kamarnya,” ungkapnya.

Yang paling mengecewakan, kata Miqram, adalah penurunan sikap dan nilai akademik anaknya selama menempuh pendidikan di pesantren tersebut.

“Sebelum anak saya masuk ke sini, nilainya lumayan bagus. Tapi setelah masuk Ummusshabri justru semakin buruk. Padahal saya memasukkan anak saya karena pesantren ini dikenal sebagai salah satu yang terbaik dan elit di Kota Kendari. Nyatanya jauh dari harapan,” tegasnya.

Akibat kekecewaan tersebut, Miqram akhirnya memutuskan untuk menghentikan pendidikan anaknya dan menariknya keluar dari Pondok Pesantren Ummusshabri.

Ia berharap pihak pengelola pesantren segera melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya terhadap sistem pembinaan dan kinerja pembimbing asrama, agar kejadian serupa tidak kembali dialami oleh orang tua dan siswa lain di masa mendatang.

“Saya berharap Ummusshabri segera berbenah. Jangan hanya nama yang besar dan terkesan elit, tapi manajemennya amburadul dan tidak sesuai harapan orang tua. Evaluasi pembimbing asrama itu penting agar ke depan benar-benar mencerminkan lembaga pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan awak media masih berupaya mengkonfirmasi pihak terkait demi keberimbangan berita dan memberikan hak jawab.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *