KENDARI — Di tengah megahnya pelaksanaan agenda nasional Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 se-Wilayah Sulawesi di Kota Kendari, muncul pemandangan kontras yang justru menjadi sorotan masyarakat.
Rombongan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin disebut melintasi jalur Ambaipua–Ranomeeto menuju Kota Kendari dalam kondisi gelap gulita pada malam hari.
Padahal, Sulawesi Tenggara sedang menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional yang dipusatkan di Claro Hotel Kendari. Kehadiran dua pejabat tinggi negara itu seharusnya menjadi momentum menunjukkan kesiapan daerah, termasuk dari sisi pelayanan dasar dan fasilitas publik.
Namun kenyataan di lapangan justru memantik tanda tanya. Sepanjang jalur Ambaipua, Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, lampu penerangan jalan dilaporkan tidak berfungsi. Kondisi itu membuat ruas jalan terlihat minim pencahayaan dan dinilai membahayakan pengendara.
Seorang warga Kota Kendari, Agha Saleara, menyayangkan situasi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah seharusnya memastikan fasilitas penerangan jalan berfungsi normal, terlebih saat daerah sedang menerima tamu penting dari pusat.
“Harusnya lampu jalan sepanjang Ambaipua sampai Ranomeeto menyala. Ini bukan hanya soal estetika penyambutan tamu negara, tapi juga menyangkut keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, jalur tersebut merupakan akses vital dengan aktivitas masyarakat yang cukup padat, terutama pada malam hari. Di sepanjang ruas jalan terdapat permukiman warga, persimpangan, hingga titik penyeberangan yang membutuhkan penerangan memadai.
“Kalau gelap seperti ini sangat rawan kecelakaan. Apalagi banyak kendaraan melintas dan masyarakat beraktivitas di sepanjang jalan itu,” tambahnya.
Sorotan warga ini menjadi ironi di tengah pelaksanaan agenda nasional yang mengangkat tema prestasi dan tata kelola pemerintahan daerah. Di satu sisi, daerah dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan bergengsi. Namun di sisi lain, persoalan fasilitas dasar seperti penerangan jalan masih dikeluhkan masyarakat.
Agha pun meminta Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan bersama instansi terkait segera melakukan pembenahan dan memastikan lampu penerangan jalan kembali berfungsi normal.
“Jangan tunggu ada korban atau momen viral dulu baru diperbaiki. Ini kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.














