Bandung, Mediasekawan.com 11 Juni 2026 Jawa Barat – Aktivitas pengerukan tanah yang diduga dilakukan oleh Pesantren Nurul Huda di kawasan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat, menuai kekhawatiran warga sekitar. Pengerukan yang dilakukan di area tanah miring dan berdekatan dengan permukiman penduduk tersebut disebut-sebut telah menyebabkan beberapa rumah mengalami dampak longsor dan kerusakan pada bagian tertentu bangunan.(Kamis/11/Juni/2026).
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi mengaku resah dengan kondisi tanah yang terus mengalami perubahan akibat aktivitas pengerukan tersebut. Mereka khawatir struktur tanah yang semakin labil dapat memicu longsor susulan, terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi yang berpotensi mempercepat pergerakan tanah.
Salah seorang warga yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi pengerukan mengatakan bahwa retakan mulai muncul di beberapa bagian tanah dan bangunan setelah aktivitas alat berat berlangsung. Menurutnya, warga telah beberapa kali menyampaikan kekhawatiran terkait potensi bencana yang dapat mengancam keselamatan penghuni rumah di sekitar area tersebut.
“Kami khawatir jika hujan deras turun, tanah yang sudah dikeruk akan semakin tidak stabil. Keselamatan warga harus menjadi prioritas karena rumah-rumah berada sangat dekat dengan lokasi pengerukan,” ujar Lucky.
Selain risiko longsor, warga juga mengeluhkan Aktivitas pemotongan pohon- pohon di disekitar lingkungan sering terjadi di malam hari dan ini tentunya mengganggu masyarakat dan getaran yang muncul selama proses pengerukan berlangsung. Mereka berharap pihak terkait segera melakukan kajian teknis terhadap kondisi lereng dan memastikan seluruh aktivitas pembangunan atau pengerukan telah memenuhi ketentuan perizinan serta standar keselamatan lingkungan.
Masyarakat setempat mendesak pemerintah daerah, instansi terkait, dan pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan pengerukan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Warga meminta adanya langkah mitigasi seperti pembangunan penahan tanah, pemeriksaan stabilitas lereng, serta penghentian sementara aktivitas pengerukan apabila terbukti berpotensi membahayakan lingkungan sekitar.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pesantren Nurul Huda mengenai kekhawatiran warga dan dugaan dampak longsor yang terjadi. Warga berharap seluruh pihak dapat mengedepankan keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan agar tidak terjadi bencana yang lebih besar di kemudian hari.
Catatan Redaksi: Informasi dalam berita ini berdasarkan keterangan warga sekitar. Untuk memenuhi prinsip keberimbangan, diperlukan tanggapan dan klarifikasi dari pihak Pesantren Nurul Huda, pemerintah daerah, serta instansi teknis terkait mengenai kondisi di lapangan dan status perizinan kegiatan tersebut.
Redaksi : Mediasekawan













