Beranda / Pendidikan / Di Hadapan Mahasiswa UMK, Wagub Hugua Beberkan Ketimpangan Kewenangan dan Peluang Strategis Sultra 2045

Di Hadapan Mahasiswa UMK, Wagub Hugua Beberkan Ketimpangan Kewenangan dan Peluang Strategis Sultra 2045

Kendari, Mediasekawan.com 16 September 2026 – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Hugua, M.Ling., menegaskan pentingnya pemahaman kritis terhadap dinamika kewenangan pusat-daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan berkelanjutan. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Simposium Kebangsaan bertema “Sultra dan Masa Depan Pembangunan Berkelanjutan” yang digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Selasa (15/9/2026), dalam rangkaian peringatan HUT ke-25 kampus tersebut.

Dalam forum yang juga menghadirkan Wakil Ketua Komite II DPD RI, La Ode Umar Bonte, S.E., serta Dirbinmas Polda Sultra, Kombes Pol. Suharman Sanusi, S.I.K., Hugua menyoroti ketimpangan tata kelola sumber daya alam nasional. Menurutnya, hanya sekitar 10 persen kewenangan yang dilimpahkan pemerintah pusat kepada daerah, sementara 90 persen tetap berada di tangan pusat. Kondisi ini, kata dia, berimplikasi langsung pada terbatasnya ruang gerak daerah, khususnya di sektor pertambangan.

“Ketika terjadi persoalan lingkungan, daerah hanya bisa memberikan rekomendasi, sementara penindakan berada di pusat. Itulah konsekuensi komitmen kita dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Hugua.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemahaman terhadap realitas struktural tersebut harus menjadi bekal generasi muda, terutama mahasiswa, agar mampu menyiapkan kapasitas diri secara adaptif dan strategis. Hugua juga memaparkan analisis geopolitik dan pergeseran pusat peradaban dunia, dari Eropa ke Asia Timur, dan memproyeksikan Indonesia sebagai episentrum baru pada 2045.

“Masa depan Indonesia itu ada di Sulawesi Tenggara. Pertanyaan pentingnya, di mana peran Anda pada tahun 2045 nanti?” tegasnya, memantik refleksi kolektif di hadapan peserta simposium.

Ia mengidentifikasi Sultra sebagai wilayah dengan potensi strategis luar biasa: kekayaan energi, pertanian, dan perikanan yang melimpah, serta posisi geografis yang terhubung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III—jalur pelayaran internasional yang menghubungkan Asia Timur dengan Pasifik, Australia, dan Amerika. Menurutnya, kombinasi ini menempatkan Sultra pada titik krusial dalam peta pembangunan ekonomi dan pertahanan nasional.

Simposium ini menjadi ruang dialektika antara kebijakan publik, tantangan struktural, dan visi masa depan daerah, sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam membangun kesadaran kebangsaan dan daya saing generasi muda.

Redaksi : Mediasekawan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *