Beranda / Pemerintahan / Prioritas Presiden: Kepala BKN Pastikan Seleksi PPPK Sosial di Kendari Berlangsung Murni dan Akuntabel

Prioritas Presiden: Kepala BKN Pastikan Seleksi PPPK Sosial di Kendari Berlangsung Murni dan Akuntabel

Kendari,Mediasekawan.com 30 Juli 2026 – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI, Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH., MH., tiba di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/7) pagi dan langsung meninjau pelaksanaan Seleksi Kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Kementerian Sosial RI yang diselenggarakan di UPT BKN Kendari, Puuwatu.

Kedatangan Prof. Zudan dalam rangka memastikan proses seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik kecurangan.

Awasi Ketat Proses Seleksi, dari Registrasi hingga Penilaian

Berdasarkan pantauan di lokasi, ratusan peserta seleksi PPPK Kementerian Sosial mengikuti ujian dengan sistem CAT BKN. Mereka terdiri dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), penyuluh sosial, serta tenaga teknis fungsional di lingkungan Kementerian Sosial.

Prof. Zudan secara langsung memeriksa seluruh tahapan seleksi, mulai dari proses registrasi peserta, penayangan soal ujian, hingga sistem penilaian real-time yang terintegrasi dengan pusat data BKN.

Tegaskan Komitmen Rekrutmen Bersih dan Berbasis Meritokrasi

Dalam arahannya, Prof. Zudan menegaskan bahwa seleksi PPPK Kementerian Sosial yang sepenuhnya menggunakan CAT BKN merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) yang bersih, objektif, dan berbasis meritokrasi.

“Seleksi PPPK Kementerian Sosial ini menggunakan CAT BKN secara penuh. Soalnya diacak secara sistem, nilainya langsung keluar, dan seluruh proses diawasi ketat oleh sistem. Tidak ada intervensi, tidak ada titipan. Ini untuk memastikan bahwa SDM Kementerian Sosial yang lulus adalah mereka yang benar-benar kompeten di lapangan dalam melayani masyarakat miskin dan rentan,” tegas Prof. Zudan.

Dukung Program Prioritas Presiden: Pengentasan Kemiskinan

Lebih lanjut, Prof. Zudan menyampaikan bahwa percepatan penuntasan pengangkatan PPPK di lingkungan Kementerian Sosial merupakan bagian dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam kerangka Asta Cita, khususnya di bidang pengentasan kemiskinan dan penguatan perlindungan sosial.

“Bapak Presiden menekankan, program perlindungan sosial tidak akan berjalan optimal tanpa didukung SDM yang tangguh di lapangan. Pendamping sosial dan penyuluh sosial adalah garda terdepan kehadiran negara di tengah masyarakat. Karena itu, negara harus memberikan kepastian status bagi mereka melalui jalur PPPK, sekaligus memetakan kompetensinya secara terukur,” ujarnya.

Melalui instrumen Computer Assisted Competency Test (CACT) yang dikembangkan BKN, hasil seleksi ini tidak hanya menentukan kelulusan peserta, tetapi juga menjadi basis data talenta nasional untuk pemetaan potensi ASN Kementerian Sosial di seluruh Indonesia.

“Siapa yang kuat di bidang pemberdayaan, siapa yang unggul di rehabilitasi sosial, semua akan terpetakan. Sehingga ke depan, penempatan dan pengembangan karier dapat dilakukan berbasis kompetensi, bukan kedekatan,” jelasnya.

Pesan Kepala BKN kepada Peserta: Jangan Percaya Calo

Di hadapan para peserta, Prof. Zudan juga menyampaikan pesan agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Jangan percaya pada calo. Nilai Anda adalah hasil kerja Anda sendiri. Jika nanti lulus dan menjadi bagian dari Kementerian Sosial, ingatlah satu hal: tugas Anda adalah melayani rakyat paling bawah. Hadirkan negara di tengah masyarakat yang benar-benar membutuhkan kehadiran kita,” tutupnya

Seleksi Berlangsung Beberapa Hari dengan Pengamanan Sistem Berlapis

Seleksi PPPK Kementerian Sosial di UPT BKN Kendari dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari ke depan dengan menerapkan sistem pengamanan CAT berlapis dari BKN. Seluruh proses ujian diawasi secara ketat guna memastikan tidak ada celah kecurangan dan seluruh peserta memperoleh perlakuan yang adil sesuai kompetensi masing-masing.

Redaksi : Mediasekawan

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *