Beranda / Peristiwa / Balai Desa Amoito Mangkrak, Dugaan Penyelewengan Dana Desa Jadi Sorotan

Balai Desa Amoito Mangkrak, Dugaan Penyelewengan Dana Desa Jadi Sorotan

KONAWE SELATAN — MEDIAAEKAWAN.COM.|| Aroma dugaan penyimpangan anggaran mencuat di Desa Amoito, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan. Pembangunan gedung balai pertemuan desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) dilaporkan terbengkalai tanpa kejelasan penyelesaian.

Proyek tersebut sejatinya dirancang sebagai pusat aktivitas dan musyawarah masyarakat. Namun hingga kini, bangunan itu belum juga rampung dan tampak tidak lagi dikerjakan.

Pantauan di lapangan menunjukkan progres fisik bangunan masih jauh dari kata selesai. Material terlihat tidak tertata, sementara aktivitas pekerja tidak lagi ditemukan.

Kondisi ini memicu keresahan warga Desa Amoito. Mereka menilai ada ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran yang semestinya digunakan untuk kepentingan publik.

Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa proyek tersebut telah berhenti hampir satu tahun. Tidak ada kepastian kapan pembangunan akan kembali dilanjutkan.
“Belum ada kejelasan sampai sekarang,” ujarnya saat ditemui, Kamis (26/2/2026).

Warga berharap Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan. Mereka meminta Kepala Desa Amoito dipanggil untuk memberikan klarifikasi secara terbuka.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan pengecekan langsung agar polemik ini tidak berlarut-larut. Transparansi dinilai penting untuk menjawab kecurigaan publik.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada pihak Inspektorat Kabupaten Konawe Selatan sebagai auditor internal pemerintah daerah. Namun hingga beberapa hari dihubungi, belum ada respons yang diberikan.

Kepala Desa Amoito juga telah dicoba dikonfirmasi terkait mandeknya proyek tersebut. Sampai berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Menanggapi situasi itu, Firman, seorang aktivis pemerhati masyarakat, menyayangkan sikap pasif pihak berwenang. Ia mendesak Kejaksaan Negeri Konawe Selatan untuk menjadikan persoalan ini sebagai atensi khusus.

Firman menilai, lambannya penyelesaian proyek berpotensi mengindikasikan adanya penyelewengan dana. Ia meminta aparat segera turun ke lapangan guna memastikan apakah terjadi pelanggaran atau tidak, demi menjawab keresahan masyarakat Desa Amoito. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *