Beranda / Hukum/Kriminal / Mahasiswa Sultra Gedor KPK! Desak Usut Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp18 Miliar di Konawe

Mahasiswa Sultra Gedor KPK! Desak Usut Dugaan Korupsi Proyek Jalan Rp18 Miliar di Konawe

Jakarta, Mediasekawan.com. (13/11/2025) — Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GMAK) Sultra–Jakarta menggelar Aksi Jilid I di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, menuntut pengusutan tuntas dugaan penyelewengan proyek pembangunan jalan poros Mataiwoi–Abuki di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Proyek pengaspalan sepanjang ±4,5 kilometer itu diketahui menelan anggaran Rp18 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024. Namun, hasil pemantauan lapangan menunjukkan sejumlah titik jalan sudah rusak parah, padahal proyek baru diselesaikan oleh PT Elfatih Arsa Putra belum genap satu tahun.

“Kami menduga kuat ada penyimpangan spesifikasi teknis dan penyalahgunaan anggaran. Ini jelas merugikan keuangan negara,” tegas Muh. Arsandi, Koordinator Lapangan GMAK Sultra–Jakarta.

Arsandi menilai proyek tersebut sarat permainan antara kontraktor dan oknum pejabat dinas, yang patut diusut secara serius. Ia mendesak KPK RI segera mengambil alih penyelidikan yang dinilai berjalan lamban dan tidak transparan di tingkat daerah.

“Kepala Dinas SDA/Bina Marga Provinsi Sultra, Pahri Yamsul, Direktur Utama PT Elfatih Arsa Putra, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek harus segera diperiksa! KPK tidak boleh tinggal diam — ini uang rakyat yang harus diselamatkan!” seru Arsandi.

Mahasiswa juga mendesak KPK menurunkan tim teknis independen untuk melakukan audit fisik lapangan, termasuk memeriksa ketebalan dan mutu aspal jalan, agar publik tahu sejauh mana proyek tersebut memenuhi standar teknis.

“Ini bukan sekadar jalan rusak — ini soal integritas penyelenggara negara! KPK harus tegas menindak siapa pun yang bermain kotor dalam proyek infrastruktur,” lanjut Arsandi.

Sementara itu, Bung Rahim, salah satu inisiator gerakan, menegaskan bahwa aksi ini merupakan komitmen moral mahasiswa untuk mengawal transparansi dan pemberantasan korupsi di daerah.

“Kami tahu betul permainan kotor di balik proyek-proyek semacam ini. Kami akan terus bersuara sampai semua oknum yang terlibat diperiksa. Tidak ada kompromi untuk korupsi!” tegasnya.

GMAK Sultra–Jakarta juga memastikan akan kembali mendatangi KPK pekan depan untuk melaporkan secara resmi dugaan penyimpangan proyek senilai miliaran rupiah tersebut.

“Kami mahasiswa asal Konawe yang kini menempuh pendidikan di Jakarta. Kami terpanggil untuk bersuara, karena uang negara adalah amanah rakyat. Negara tidak boleh dirugikan!” tutup pernyataan mereka.

TUNTUTAN GERAKAN MAHASISWA ANTI KORUPSI SULTRA–JAKARTA:

  1. Mendesak KPK RI mengambil alih penyelidikan dugaan korupsi proyek pembangunan jalan poros Mataiwoi–Abuki senilai Rp18 miliar di Kabupaten Konawe.
  2. Meminta KPK memanggil dan memeriksa Pahri Yamsul (Kepala Dinas SDA/Bina Marga Sultra), Direktur PT Elfatih Arsa Putra, dan PPK proyek.
  3. Mendorong audit fisik independen atas mutu dan spesifikasi teknis pekerjaan proyek.
  4. Menuntut transparansi hasil pemeriksaan dan penyelidikan kepada publik.
  5. Mendesak penindakan tegas terhadap seluruh oknum yang terbukti melakukan penyimpangan dan penyalahgunaan anggaran.
Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *